Jurnalsecurity.com | Jakarta–Australia menjadi salah satu destinasi favorit pekerja asing karena kombinasi unik antara ekonomi yang stabil, standar hidup yang tinggi, serta lingkungan multikultural yang ramah bagi pendatang.
Negeri Kanguru ini dikenal memiliki sistem kerja yang jelas, perlindungan tenaga kerja yang kuat, hingga kualitas hidup yang masuk dalam daftar terbaik di dunia. Ditambah lagi, Australia menawarkan suasana hidup yang seimbang antara pekerjaan dan waktu pribadi. Tak heran, ribuan orang dari berbagai negara rela menempuh perjalanan jauh demi mengadu nasib dan meraih karier di sana.
Namun, di balik segala kesempatan itu, ada serangkaian syarat yang harus dipenuhi sebelum bisa bekerja secara legal di Australia. Mulai dari visa kerja yang sesuai, kemampuan bahasa Inggris, hingga pemeriksaan kesehatan dan karakter. Jika Anda berencana untuk merantau ke Australia, memahami aturan main sejak awal akan sangat membantu perjalanan Anda.
1. Visa Kerja yang Tepat
Visa adalah pintu masuk utama bagi siapa pun yang ingin bekerja di Australia. Tanpa visa yang sesuai, Anda tidak bisa melamar maupun diterima bekerja. Jenis visa kerja pun beragam, tergantung pada keahlian, sponsor, hingga tujuan jangka pendek atau panjang.
Beberapa visa populer antara lain:
- Temporary Skill Shortage (TSS) Visa, subclass 482
Diperuntukkan bagi pekerja terampil yang dibutuhkan perusahaan di Australia. Syarat utamanya, Anda harus memiliki tawaran kerja dan perusahaan sponsor yang terdaftar. - Skilled Independent Visa, subclass 189
Visa permanen berbasis poin, tanpa sponsor. Cocok untuk mereka yang punya keahlian masuk daftar kebutuhan Australia dan lulus skor minimal. - Skilled Nominated Visa, subclass 190
Hampir sama dengan visa 189, tetapi Anda perlu nominasi dari pemerintah negara bagian atau wilayah Australia. - Working Holiday Visa, subclass 417 & 462
Dirancang untuk anak muda usia 18–30/35 tahun (tergantung negara asal). Visa ini memungkinkan Anda bekerja sambil berlibur di Australia, meski terbatas waktunya. - Employer Nomination Scheme (ENS) Visa, subclass 186
Memberi peluang menjadi pekerja permanen di Australia dengan sponsor langsung dari perusahaan yang menominasikan Anda.
Tips penting: sebelum menentukan jenis visa, selalu cek situs resmi Department of Home Affairs Australia atau konsultasi dengan agen migrasi berlisensi yang menyelenggarakan lowongan kerja di Australia.
2. Kualifikasi dan Keterampilan
Australia memiliki Skilled Occupation List (SOL) yang memuat daftar profesi dengan kebutuhan tinggi. Jika latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja Anda sesuai daftar ini, peluang untuk diterima lebih besar.
Langkah yang wajib dilakukan:
- Skills Assessment
Penilaian keterampilan oleh lembaga resmi Australia. Proses ini membuktikan apakah ijazah dan pengalaman kerja Anda setara dengan standar profesional di Australia. - Dokumen Akademik dan Sertifikasi
Siapkan ijazah, transkrip, sertifikat profesi, hingga surat pengalaman kerja. Beberapa profesi tertentu bahkan memerlukan pengakuan resmi di Australia.
3. Kemampuan Bahasa Inggris
Bahasa Inggris menjadi kunci utama agar bisa diterima bekerja. Pemerintah Australia mewajibkan calon pekerja asing untuk menunjukkan kemampuan bahasa melalui tes resmi, seperti:
- IELTS
- PTE Academic
- TOEFL iBT
- OET (khusus tenaga medis)
- Cambridge English: Advanced (CAE)
Skor minimal berbeda-beda, tergantung jenis visa dan bidang pekerjaan. Jadi, sebelum mendaftar, pastikan Anda sudah mencapai skor yang disyaratkan.
4. Persyaratan Kesehatan dan Karakter
Selain kemampuan teknis, Australia sangat ketat dalam menyeleksi dari sisi kesehatan dan rekam jejak pribadi.
- Pemeriksaan Kesehatan
Calon pekerja diminta menjalani medical check-up di klinik yang ditunjuk pemerintah Australia. Tujuannya memastikan tidak ada penyakit menular atau kondisi yang membebani sistem kesehatan Australia. - Pemeriksaan Karakter (Police Check)
Sertifikat catatan kepolisian dari negara asal maupun negara lain tempat Anda pernah tinggal diperlukan untuk membuktikan Anda bebas dari catatan kriminal serius.
5. Penawaran Kerja (Job Offer)
Tidak semua visa membutuhkan penawaran kerja, tetapi mayoritas visa sementara dan sponsor perusahaan mewajibkannya.
Bagi perusahaan sponsor, ada persyaratan khusus, misalnya melakukan labour market testing, yaitu membuktikan bahwa posisi tersebut tidak bisa diisi tenaga kerja lokal sebelum mendatangkan pekerja asing.
6. Nomor Pokok Wajib Pajak (Tax File Number/TFN)
Begitu sampai di Australia dan mulai bekerja, Anda wajib mengajukan TFN (Tax File Number) ke Australian Taxation Office (ATO). TFN berfungsi sebagai identitas pajak Anda. Tanpa TFN, gaji bisa dipotong lebih tinggi, dan tentu Anda dianggap tidak bekerja secara legal.
Siapak Diri untuk Kerja di Australia
Kerja di Australia adalah impian banyak orang, bukan hanya karena gajinya lebih tinggi dibandingkan di banyak negara lain, tetapi juga karena kualitas hidup yang ditawarkan. Mulai dari sistem kerja yang adil, perlindungan tenaga kerja, hingga kesempatan menikmati gaya hidup seimbang.
Namun, untuk bisa sampai ke tahap itu, ada proses yang harus ditempuh: memilih visa yang tepat, menyiapkan kualifikasi dan bahasa Inggris, hingga lolos tes kesehatan dan karakter. Dengan persiapan matang, peluang Anda untuk sukses bekerja di Australia akan semakin besar.
Bekerja di Negeri Kanguru bukan sekadar mencari nafkah, melainkan juga pengalaman hidup yang berharga—mulai dari mengasah profesionalisme, beradaptasi dengan budaya baru, hingga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mapan.[]