Jurnalsecurity.com | Kepri–Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Kepulauan Riau Kombes Pol. Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si., memberikan penghargaan kepada sejumlah Satuan Pengamanan (Satpam) berprestasi dalam rangkaian acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Satpam Tahun 2025 wilayah hukum Polda Kepri, yang digelar di Hill Hotel Nagoya, Batam, Selasa (30/12/2025).
Penghargaan tersebut secara khusus diberikan kepada dua anggota Satpam dari Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) Haryov Optimal Perkasa, yakni Hendri Fahrizal dan Agung Wibowo, atas dedikasi serta kontribusi nyata mereka dalam membantu kepolisian mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang sempat menjadi perhatian publik.
Sebelumnya, kedua personel Satpam tersebut juga telah menerima piagam penghargaan dari Kapolresta Barelang Kombes Pol. Zainal Arifin, S.I.K., sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif mereka dalam mendukung tugas kepolisian di lapangan.
Acara penyerahan penghargaan ini turut dihadiri Kasubdit Satpam Ditbinmas Polda Kepri AKBP Syahrial, S.E., Ketua DPD APSI Kepri Daeng Syafar beserta jajaran, Ketua BPD ABUJAPI Kepri Dwifung Wirajaya Saputra, CCPS., Presiden PIKM Datok Muhamad Ubaidah, Mayjen (Purn) Dato Pahlawan Abu Sofyan selaku Timbalan Presiden PIKM, jajaran pengurus, serta para tamu undangan lainnya.
Pimpinan BUJP Haryov Optimal Perkasa, N. Irfan Lubis, S.M., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi besar bagi seluruh anggota Satpam untuk terus meningkatkan profesionalisme, kewaspadaan, dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan di lingkungan kerja masing-masing.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk individu, tetapi merupakan hasil kerja tim dan sinergi yang baik antara Satpam dan pihak kepolisian. Kami berkomitmen untuk terus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dilansir media Jurnal Security, pengungkapan kasus ini bermula saat korban dibawa ke Rumah Sakit Santa Elisabeth Sei Lekop, Sagulung, pada Sabtu, 29 November 2025, dalam kondisi sudah meninggal dunia. Korban sempat disamarkan identitasnya sebagai Mr. X oleh para pelaku yang berupaya segera menguburkan korban.
“Korban dibawa oleh para pelaku dalam kondisi sudah meninggal dunia dan identitasnya disamarkan. Saat mengetahui korban meninggal, mereka berupaya cepat-cepat menguburkannya,” ungkap Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah, Senin (1/12/2025).
Kecurigaan muncul dari pihak keamanan rumah sakit setelah melihat gerak-gerik mencurigakan empat orang yang membawa korban tanpa identitas yang jelas. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
“Pelapor yang merupakan sekuriti rumah sakit melihat korban dibawa oleh empat orang tanpa identitas yang jelas. Setelah diperiksa oleh dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” jelas Kapolsek.(Boedipras)




























