Jurnalsecurity.com | Di halaman sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar, tampak deretan bibit pohon siap ditanam, berdampingan dengan dua kontainer sampah berwarna mencolok. Momentum ini menjadi penanda kepedulian terhadap alam dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional yang diperingati setiap 10 Januari.
Pada Rabu (13/01/2026) lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol menggelar kegiatan penanaman pohon sekaligus menyerahkan dua unit kontainer sampah kepada MTs 1 Biau dan SMA 1 Biau. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah pesan kuat tentang pentingnya membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Buol, Dr. Moh Nasir Dj Daimaroto, SH., MH, yang turut menanam pohon bersama para siswa dan guru.
Di bawah rindangnya pepohonan sekolah, Kepala DLH Kabupaten Buol, Moh. Syarif Badalu, S.Pt, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional menjadi momentum tepat untuk mengajak generasi muda lebih dekat dengan isu lingkungan. Menurutnya, sekolah adalah ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam.
“Penyerahan kontainer sampah ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi soal membangun kebiasaan. Kami berharap lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, indah, dan sehat,” ujarnya. Ia menambahkan, MTs 1 Biau dan SMA 1 Biau dipilih karena memiliki potensi besar menjadi sekolah percontohan Adiwiyata, yaitu sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dalam kegiatan belajar maupun aktivitas sehari-hari.
Bagi para siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Menanam pohon dengan tangan sendiri memberi makna bahwa menjaga lingkungan bukanlah tugas yang jauh dan rumit, melainkan dimulai dari langkah kecil di sekitar mereka. Kontainer sampah yang diserahkan pun menjadi simbol tanggung jawab bersama—bahwa sampah harus dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.
DLH Kabupaten Buol berharap kegiatan ini tidak berhenti di dua sekolah tersebut. Ke depan, program serupa diharapkan dapat menjangkau sekolah-sekolah lain di berbagai kecamatan. Dengan begitu, kesadaran akan pentingnya kebersihan, keindahan, dan pengelolaan sampah dapat tumbuh merata, tidak hanya di lingkungan pendidikan, tetapi juga di tengah masyarakat luas.
Pesan penting yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini adalah bahwa pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan bukan semata tugas pemerintah atau dinas terkait. Peran aktif masyarakat, guru, siswa, dan seluruh elemen daerah sangat dibutuhkan agar lingkungan Kabupaten Buol tetap terjaga dan lestari.
Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan, Suleman, bersama Kepala Bidang Penanganan Sampah, Rusmin, mengungkapkan bahwa tingkat kebersihan di Kabupaten Buol dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup baik. Upaya peningkatan kesadaran masyarakat, dukungan sarana, serta kolaborasi lintas sektor mulai membuahkan hasil.
Meski demikian, mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian yang lebih besar, khususnya dalam mendorong program Adipura sebagai simbol komitmen daerah terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui langkah sederhana seperti menanam pohon dan menyediakan fasilitas pengelolaan sampah, Kabupaten Buol menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah investasi masa depan. Dari halaman sekolah di Kecamatan Biau, harapan itu ditanam—tumbuh bersama kesadaran generasi muda untuk merawat bumi yang mereka pijak. Seputar lingkungan bisa akses DLH Kab Buol.[]


























