Jurnal Security
No Result
View All Result
2 October 2026
  • HOME
  • OUTSOURCING
  • NASIONAL
    • INTERNATIONAL
    • NEWS
  • INSPIRATION
    • SATPAM
    • CERITA SATPAM
    • FACEPAM
    • TIPS SATPAM
  • POLRI
    • TNI
    • REGULASI
    • ASOSIASI
    • KOMUNITAS
  • INDUSTRI
    • GIAT BUJP
    • BISNIS
    • LOWONGAN KERJA
  • HUKUM
    • KRIMINAL
    • NARKOBA
    • MODUS
  • TEKNOLOGI
    • SECURITY SYSTEM
    • CYBER
    • KESEHATAN
  • BLOKNOTE
    • KOLOM OPINI
  • ENGLISH
Jurnal Security
ADVERTISEMENT
Home RAGAM BISNIS

Pemetaan Risiko sebagai Upaya Menentukan Prioritas Penanganan Risiko

Nurjanah dan Angelina Corbara Mauk (Mahasiswa Universitas Pamulang)

02/10/2026
in BISNIS
A A
pemetaan risiko

dok canva

15
SHARES
Ayo ShareShare YukAyo ShareShare Yuk

Daftar Isi

Toggle
  • 1. Pendahuluan
  • 2. Pengertian Risiko dan Manajemen Risiko
  • 3. Jenis-Jenis Bahaya
  • 4. Pemetaan Risiko
  • 5. Faktor dalam Pemetaan Risiko
  •  6. Metode Delphi dalam Pemetaan Risiko
  •  7.Prosedur Perbandingan Berpasangan
  • 8. Pengujian Konsistensi
  • 9. Penerapan Pemetaan Risiko dalam Lingkungan Kerja
  • 10. Tahapan Pemetaan Risiko
  • 11. Matriks Pemetaan Risiko
  • 12. Strategi Penanganan Risiko
  • ArtikelLain
  • Beli Kopi dari Supplier Kopi, Grosir, atau Marketplace, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Kafe
  • Mengenal Jenis Kemasan Plastik yang Aman untuk Produk
  • Hosting untuk UMKM: Jangan Hanya Lihat Harga, Perhatikan 5 Faktor Ini
  • Lewat Inklusi-in Seri 2.0, Pastiklola dan BASMI Dukung Hunian Berkelanjutan
  • 13. Analisis
  • 14. Manfaat Pemetaan Risiko bagi Perusahaan
  • 15. Kesimpulan

Jurnal Security | Risiko merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan perusahaan maupun organisasi. Risiko dapat muncul dari berbagai sumber dan dapat menimbulkan kerugian bagi manusia, harta benda, lingkungan, maupun keberlangsungan perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan manajemen risiko yang baik agar berbagai risiko dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat. Salah satu tahapan penting dalam manajemen risiko adalah pemetaan risiko. Pemetaan risiko dilakukan dengan mengelompokkan risiko berdasarkan tingkat kemungkinan terjadinya dan dampak yang ditimbulkan. Melalui pemetaan risiko, perusahaan dapat menentukan risiko yang perlu mendapatkan prioritas penanganan. Selain menggunakan probabilitas dan dampak, penilaian risiko juga dapat dilakukan dengan metode Delphi dan prosedur perbandingan berpasangan. Artikel ini membahas pengertian bahaya dan risiko, jenis-jenis bahaya, konsep pemetaan risiko, teknik pemetaan, metode Delphi, prosedur perbandingan berpasangan, tahapan pemetaan risiko, contoh matriks risiko, strategi penanganan risiko, serta pentingnya pemetaan risiko dalam menentukan prioritas penanganan risiko.

Kata kunci: risiko, pemetaan risiko, manajemen risiko, probabilitas, dampak, prioritas risiko.

1. Pendahuluan

Dalam menjalankan kegiatan usaha, setiap perusahaan menghadapi berbagai macam risiko. Risiko dapat berasal dari kegiatan operasional, penggunaan mesin dan peralatan, listrik, bahan kimia, kondisi lingkungan kerja, sumber daya manusia, maupun faktor eksternal. Apabila risiko tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan kecelakaan, kerugian, gangguan kegiatan operasional, bahkan dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan.Bahaya atau hazard merupakan segala sesuatu yang mempunyai kemungkinan mengakibatkan kerugian terhadap harta benda, lingkungan, maupun manusia. Menurut Ramli (2010), bahaya merupakan segala sesuatu termasuk situasi atau tindakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, cedera pada manusia, kerusakan, atau gangguan lainnya.

Karena setiap perusahaan dapat menghadapi banyak risiko, perusahaan tidak dapat memberikan perhatian dan sumber daya yang sama kepada seluruh risiko. Oleh sebab itu, diperlukan proses pemetaan risiko untuk mengetahui karakteristik risiko dan menentukan risiko mana yang harus mendapatkan perhatian lebih dahulu. Pemetaan risiko merupakan penyusunan risiko berdasarkan kelompok tertentu sehingga manajemen dapat mengidentifikasi karakter setiap risiko dan menetapkan tindakan yang sesuai.Dengan adanya pemetaan risiko, perusahaan dapat lebih terarah dalam melakukan pengendalian. Risiko yang memiliki kemungkinan tinggi atau memberikan dampak besar dapat menjadi prioritas untuk ditangani.

2. Pengertian Risiko dan Manajemen Risiko

Risiko dapat diartikan sebagai ketidakpastian yang telah diketahui tingkat probabilitas kejadiannya. Sementara itu, manajemen risiko merupakan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam menangani risiko yang dihadapi perusahaan. Kegiatan manajemen risiko meliputi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, koordinasi, dan pengawasan terhadap program penanggulangan risiko.Setiap perusahaan dapat menghadapi risiko yang berbeda karena jenis dan karakteristik usaha yang dijalankan tidak sama. Secara umum, risiko dalam perusahaan dapat dibedakan menjadi risiko keuangan, risiko operasional, risiko strategis, dan risiko eksternalisasi. Risiko keuangan berkaitan dengan perubahan kondisi keuangan perusahaan, risiko operasional berkaitan dengan kegagalan sistem, sumber daya manusia, teknologi, atau proses kerja, sedangkan risiko strategis berkaitan dengan keputusan strategis perusahaan. Risiko eksternalisasi dapat muncul karena pengaruh faktor eksternal perusahaan.Manajemen risiko diperlukan agar perusahaan dapat mengantisipasi kemungkinan kerugian dan menentukan tindakan yang tepat terhadap risiko yang dihadapi.

3. Jenis-Jenis Bahaya

Bahaya yang terdapat di lingkungan kerja dapat berasal dari berbagai sumber:

a. Bahaya Mekanis

Bahaya mekanis berasal dari peralatan mekanis atau benda yang bergerak. Contohnya adalah mesin gerinda, mesin bubut, mesin potong, mesin press, dan mesin lainnya. Bahaya mekanis dapat menyebabkan pekerja mengalami tersayat, terjepit, atau terpotong.

b. Bahaya Listrik

Bahaya listrik berasal dari energi listrik. Risiko yang dapat ditimbulkan antara lain sengatan listrik, kebakaran, dan hubungan singkat. Bahaya ini dapat berasal dari jaringan listrik maupun peralatan dan mesin yang menggunakan energi listrik.

c. Bahaya Kimiawi

Bahaya kimiawi berasal dari senyawa, unsur, atau bahan kimia. Bahan kimia dapat menimbulkan berbagai bahaya, seperti keracunan, iritasi, kebakaran, ledakan, polusi, dan pencemaran lingkungan.

d. Bahaya Fisik

Bahaya fisik berasal dari faktor-faktor fisik seperti kebisingan, tekanan, getaran, suhu panas atau dingin, serta pencahayaan. Faktor tersebut dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan pekerja.

e. Bahaya Biologis

Bahaya biologis bersumber dari unsur biologis seperti flora dan fauna yang terdapat di lingkungan kerja.

f. Bahaya Ergonomi

Bahaya ergonomi disebabkan oleh desain pekerjaan dan penataan tempat kerja yang kurang nyaman bagi pekerja. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kelelahan pada pekerja.

g. Bahaya Psikologis

Bahaya psikologis dapat disebabkan oleh jam kerja yang panjang, shift kerja yang tidak menentu, hubungan antarpekerja yang kurang baik, pembagian pekerjaan yang tidak proporsional, serta kurangnya perhatian terhadap kehidupan sosial pekerja. Kondisi tersebut dapat menyebabkan stres pada pekerja.

4. Pemetaan Risiko

Pemetaan risiko merupakan salah satu bagian dari proses pengukuran risiko. Pemetaan dilakukan dengan menyusun risiko ke dalam kelompok-kelompok tertentu sehingga manajemen dapat mengetahui karakteristik setiap risiko dan menentukan tindakan yang sesuai.Pemetaan risiko juga berhubungan dengan keterbatasan sumber daya perusahaan. Perusahaan tidak harus memberikan perhatian yang sama terhadap semua risiko. Ada risiko yang membutuhkan perhatian khusus dan ada juga risiko yang dapat diberikan perhatian lebih rendah. Oleh karena itu, pemetaan risiko digunakan untuk menentukan prioritas penanganan.

Dengan demikian, pemetaan risiko dapat membantu perusahaan menjawab pertanyaan mengenai risiko apa yang paling perlu diperhatikan dan risiko apa yang dapat ditangani kemudian.

5. Faktor dalam Pemetaan Risiko

Pemetaan risiko pada dasarnya menggunakan dua faktor utama, yaitu probabilitas dan  dampak

1. Probabilitas

Probabilitas menunjukkan tingkat kemungkinan suatu risiko terjadi. Semakin tinggi kemungkinan suatu risiko terjadi, semakin besar perhatian yang perlu diberikan oleh manajemen. Sebaliknya, risiko yang memiliki kemungkinan rendah dapat memperoleh tingkat perhatian yang lebih rendah.

2. Dampak

Dampak menunjukkan tingkat kegawatan atau kerugian yang muncul apabila risiko benar-benar terjadi. Semakin besar dampak suatu risiko, semakin besar pula perhatian dan sumber daya yang diperlukan untuk menanganinya.

3.Hubungan Probabilitas dan Dampak

Probabilitas dan dampak perlu dilihat secara bersama-sama. Risiko yang memiliki kemungkinan tinggi dan dampak besar perlu mendapatkan perhatian yang serius. Sementara itu, risiko yang memiliki kemungkinan dan dampak rendah dapat memperoleh prioritas yang lebih rendah.

Dengan menggunakan kedua faktor tersebut, perusahaan dapat mengelompokkan risiko dan menentukan urutan penanganannya.

 6. Metode Delphi dalam Pemetaan Risiko

Metode Delphi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian terhadap tingkat risiko. Metode ini melibatkan orang-orang yang memahami bagian perusahaan yang menjadi objek penilaian.Penggunaan metode Delphi memiliki beberapa alasan. Pertama, penilai yang digunakan merupakan pihak yang memahami bagian perusahaan yang dinilai. Kedua, data mengenai tingkat risiko pada setiap bagian perusahaan tidak selalu mudah diperoleh. Ketiga, metode ini dapat membantu menghindari gangguan komunikasi antar kelompok, seperti dominasi seseorang, tekanan dalam menyampaikan pendapat, konflik pribadi, atau permusuhan antar kelompok.Dalam metode Delphi terdapat beberapa istilah, yaitu seminar Delphi, interviewer, responden, round, dan kuesioner. Responden merupakan pihak yang berpartisipasi dalam proses Delphi dan memiliki pengetahuan mengenai risiko pada bidang pekerjaannya.Proses Delphi dilakukan dalam beberapa round sampai diperoleh kesepakatan pendapat. Kesepakatan dapat diketahui dengan melihat kestabilan pendapat responden dari satu round ke round berikutnya.

 7.Prosedur Perbandingan Berpasangan

Selain metode Delphi, penentuan prioritas risiko dapat menggunakan prosedur perbandingan berpasangan. Prosedur ini merupakan metode pembobotan terhadap beberapa kriteria dalam proses pengambilan keputusan.Perbandingan dilakukan dengan menggunakan matriks. Setiap elemen dibandingkan dengan elemen lainnya untuk mengetahui tingkat kepentingan, kontribusi, atau dominasi suatu elemen terhadap elemen lainnya.Dalam skala perbandingan yang dikembangkan oleh Saaty, nilai 1 menunjukkan dua elemen memiliki kepentingan yang sama. Nilai 3 menunjukkan salah satu elemen sedikit lebih penting, nilai 5 menunjukkan lebih penting, nilai 7 menunjukkan jauh lebih penting, dan nilai 9 menunjukkan mutlak lebih penting. Nilai 2, 4, 6, dan 8 digunakan sebagai nilai tengah ketika diperlukan kompromi dalam penilaian.

Prosedur ini dapat membantu perusahaan memberikan bobot terhadap kriteria yang digunakan sehingga keputusan mengenai prioritas risiko dapat dilakukan secara lebih sistematis.

8. Pengujian Konsistensi

Dalam melakukan perbandingan berpasangan, konsistensi penilaian merupakan hal yang penting. Apabila suatu elemen dinilai lebih penting daripada elemen lainnya, hubungan penilaian tersebut seharusnya tetap konsisten ketika dibandingkan dengan elemen lainnya.Namun, kemampuan manusia dalam memberikan penilaian tidak selalu menghasilkan hubungan yang konsisten, terutama ketika jumlah elemen yang dibandingkan cukup banyak. Oleh karena itu, diperlukan pengujian konsistensi secara numerik.

Pengujian konsistensi menggunakan Consistency Index (CI) dan Consistency Ratio (CR). suatu matriks perbandingan dianggap konsisten apabila nilai CR tidak lebih dari 0,1.Pengujian tersebut penting karena hasil penilaian yang konsisten dapat membantu meningkatkan kualitas proses pengambilan keputusan dalam menentukan prioritas risiko.

9. Penerapan Pemetaan Risiko dalam Lingkungan Kerja

Pemetaan risiko dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan kerja. Sebagai contoh, pada perusahaan yang menggunakan mesin, terdapat kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat mesin bergerak. Risiko tersebut dapat diidentifikasi, kemudian dinilai berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya terhadap pekerja maupun perusahaan.Pada lingkungan laboratorium, risiko juga dapat berasal dari penggunaan bahan kimia. Bahan kimia dapat bersifat beracun, korosif atau iritan, mudah terbakar, mudah meledak, oksidator, reaktif terhadap air, reaktif terhadap asam, dan radioaktif.Oleh karena itu, perusahaan atau organisasi perlu melakukan identifikasi terhadap setiap sumber bahaya. Setelah risiko diketahui, risiko tersebut dapat dipetakan berdasarkan probabilitas dan dampaknya. Hasil pemetaan kemudian digunakan untuk menentukan risiko yang perlu ditangani terlebih dahulu.

10. Tahapan Pemetaan Risiko

Pemetaan risiko bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian proses manajemen risiko. Secara umum, tahapan pemetaan risiko dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Identifikasi risiko. Perusahaan mendata seluruh sumber bahaya dan risiko pada setiap bagian kegiatan, misalnya melalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan pekerja, dan penelusuran catatan kecelakaan atau kejadian sebelumnya.

2. Penilaian probabilitas. Setiap risiko yang telah diidentifikasi dinilai seberapa besar kemungkinannya terjadi, misalnya dengan tingkat rendah, sedang, atau tinggi.

3. Penilaian dampak. Setiap risiko dinilai seberapa besar kerugian atau kegawatan yang timbul apabila risiko tersebut benar-benar terjadi, baik terhadap pekerja, harta benda, lingkungan, maupun kelangsungan kegiatan perusahaan.

4. Penempatan risiko pada peta. Hasil penilaian probabilitas dan dampak digabungkan dan ditempatkan pada matriks risiko sehingga posisi setiap risiko dapat dilihat secara jelas.

5. Penentuan prioritas. Berdasarkan posisinya pada peta, risiko diurutkan dari yang paling perlu ditangani hingga yang cukup dipantau.

6. Penanganan dan pemantauan. Perusahaan menetapkan tindakan pengendalian untuk risiko prioritas, kemudian memantau hasilnya dan memperbarui peta risiko secara berkala.

Tahapan tersebut bersifat berulang. Kondisi perusahaan, peralatan, dan lingkungan kerja dapat berubah, sehingga peta risiko perlu ditinjau kembali agar tetap menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

11. Matriks Pemetaan Risiko

Hasil penilaian probabilitas dan dampak umumnya disajikan dalam bentuk matriks risiko. Sebagai ilustrasi, Tabel 1 menunjukkan matriks sederhana dengan tiga tingkat probabilitas dan tiga tingkat dampak.

Tabel 1. Contoh Matriks Pemetaan Risiko (Tingkat Risiko)

Probabilitas \ Dampak

Rendah

Sedang

Tinggi

Tinggi

Sedang

Tinggi

Tinggi

Sedang

Rendah

Sedang

Tinggi

Rendah

Rendah

Rendah

Sedang

Pada contoh tersebut, risiko yang berada pada sel berwarna merah (tingkat risiko tinggi) menjadi prioritas utama dan perlu ditangani lebih dahulu. Risiko pada sel berwarna kuning (tingkat sedang) perlu dikendalikan dan dipantau secara berkala, sedangkan risiko pada sel berwarna hijau (tingkat rendah) cukup diawasi dengan sumber daya yang lebih sedikit.

Sebagai contoh, mesin gerinda yang tidak dilengkapi pelindung memiliki kemungkinan menimbulkan kecelakaan pada tingkat sedang, tetapi dampaknya terhadap pekerja dapat berat. Risiko tersebut berada pada kategori tinggi sehingga perlu segera ditangani. Sebaliknya, gangguan kecil yang jarang terjadi dan tidak berdampak besar dapat ditempatkan pada kategori rendah. Batas setiap tingkat dan cara penilaiannya dapat disesuaikan dengan kebijakan dan kondisi masing-masing perusahaan.

12. Strategi Penanganan Risiko

Setelah risiko dipetakan dan prioritasnya ditentukan, perusahaan perlu memilih cara penanganan yang sesuai. Secara umum, terdapat empat pilihan strategi, yaitu:

1. Menghindari risiko, yaitu menghentikan atau tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan risiko, apabila risiko tersebut terlalu besar dibandingkan manfaatnya.

2. Mengurangi risiko, yaitu menurunkan probabilitas, dampak, atau keduanya, misalnya dengan memasang pelindung mesin, memperbaiki instalasi listrik, menyusun prosedur kerja yang aman, dan memberikan pelatihan kepada pekerja.

3. Mengalihkan risiko, yaitu memindahkan sebagian beban kerugian kepada pihak lain, misalnya melalui asuransi atau kontrak kerja sama dengan pihak ketiga.

ArtikelLain

supplier kopi

Beli Kopi dari Supplier Kopi, Grosir, atau Marketplace, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Kafe

18 September 2026
Mengenal Jenis Kemasan Plastik yang Aman untuk Produk

Mengenal Jenis Kemasan Plastik yang Aman untuk Produk

7 July 2026
umkm online

Hosting untuk UMKM: Jangan Hanya Lihat Harga, Perhatikan 5 Faktor Ini

13 June 2026
basmi pastiklola

Lewat Inklusi-in Seri 2.0, Pastiklola dan BASMI Dukung Hunian Berkelanjutan

6 June 2026

4. Menerima risiko, yaitu memutuskan untuk tidak melakukan tindakan khusus apabila tingkat risikonya rendah dan biaya pengendaliannya lebih besar daripada manfaatnya.

Untuk bahaya di lingkungan kerja, pengendalian dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari menghilangkan sumber bahaya, mengganti bahan atau peralatan dengan yang lebih aman, melakukan perbaikan secara teknis, mengatur cara dan jam kerja, hingga menyediakan alat pelindung diri bagi pekerja. Dengan adanya pemetaan risiko, pilihan strategi tersebut dapat diarahkan terlebih dahulu pada risiko yang berada pada prioritas tertinggi.

13. Analisis

Menurut analisis kami, pemetaan risiko sangat penting bagi perusahaan karena membantu perusahaan menentukan risiko yang harus menjadi prioritas. Tidak semua risiko mempunyai tingkat kemungkinan dan dampak yang sama. Jika perusahaan memberikan perhatian yang sama terhadap semua risiko, sumber daya yang dimiliki dapat menjadi kurang efektif.Penggunaan probabilitas dan dampak dapat membantu perusahaan melihat risiko secara lebih terstruktur. Risiko dengan kemungkinan tinggi dan dampak besar perlu memperoleh perhatian lebih besar. Namun, risiko yang kemungkinan terjadinya rendah juga tidak selalu dapat diabaikan apabila dampaknya sangat besar.Metode Delphi dapat menjadi salah satu cara untuk memperoleh penilaian dari orang-orang yang memahami kondisi perusahaan dan risiko di bidang pekerjaannya. Sementara itu, prosedur perbandingan berpasangan dapat membantu memberikan bobot terhadap beberapa kriteria dalam menentukan prioritas.

Menurut kami, keberhasilan pemetaan risiko juga sangat bergantung pada proses identifikasi risiko yang dilakukan sebelumnya. Jika suatu risiko tidak berhasil diidentifikasi, risiko tersebut tidak dapat dipetakan dan tidak dapat menjadi bagian dari prioritas penanganan. Karena itu, perusahaan perlu melakukan identifikasi secara menyeluruh dan melibatkan pihak yang memahami kondisi nyata di lapangan.

14. Manfaat Pemetaan Risiko bagi Perusahaan

Pemetaan risiko memberikan beberapa manfaat bagi perusahaan, antara lain:

1.Membantu mengidentifikasi risiko yang terdapat dalam kegiatan perusahaan.

2.Mengelompokkan risiko berdasarkan karakteristik tertentu.

3.Menentukan prioritas penanganan risiko berdasarkan probabilitas dan dampaknya.

4.Membantu penggunaan sumber daya perusahaan agar lebih terarah.

5.Mendukung pengambilan keputusan dalam menghadapi risiko.

6.Membantu mengurangi potensi kerugian yang dapat terjadi akibat risiko.

7.Meningkatkan perhatian terhadap keselamatan kerja dengan mengidentifikasi berbagai jenis bahaya.

Dengan manfaat tersebut, pemetaan risiko menjadi bagian penting dalam penerapan manajemen risiko perusahaan.

15. Kesimpulan

Pemetaan risiko merupakan salah satu bagian penting dalam manajemen risiko yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menentukan prioritas penanganan risiko. Risiko dapat berasal dari berbagai jenis bahaya, seperti bahaya mekanis, listrik, kimiawi, fisik, biologis, ergonomi, dan psikologis.Dalam menentukan prioritas risiko, terdapat dua faktor utama yang perlu diperhatikan, yaitu probabilitas dan dampak. Probabilitas menunjukkan kemungkinan suatu risiko terjadi, sedangkan dampak menunjukkan tingkat kerugian atau kegawatan apabila risiko tersebut terjadi. Kedua faktor tersebut membantu perusahaan menentukan risiko yang perlu mendapatkan perhatian lebih dahulu.

Metode Delphi dapat digunakan untuk memperoleh penilaian dari pihak yang memahami risiko, sedangkan prosedur perbandingan berpasangan dapat digunakan untuk memberikan bobot terhadap berbagai kriteria dalam pengambilan keputusan. Pengujian konsistensi juga diperlukan untuk memastikan bahwa hasil perbandingan dapat dinilai secara konsisten.

Menurut kami, pemetaan risiko sangat membantu perusahaan dalam menggunakan sumber daya secara lebih efektif. Dengan mengetahui risiko yang memiliki prioritas lebih tinggi, perusahaan dapat menentukan tindakan penanganan secara lebih terarah. Oleh karena itu, pemetaan risiko perlu dilakukan secara sistematis dan didukung oleh identifikasi risiko yang baik agar tujuan manajemen risiko dapat tercapai.

Pemetaan risiko juga perlu dilanjutkan dengan pemilihan strategi penanganan yang tepat, seperti menghindari, mengurangi, mengalihkan, atau menerima risiko, serta ditinjau secara berkala agar peta risiko tetap sesuai dengan kondisi perusahaan.

Daftar Pustaka

Ramli, S. (2010). Pedoman Praktis Manajemen Risiko dalam Perspektif K3 OHS Risk Management.

Suma’mur. (2009). Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan.

Saaty, T. L. (1980). The Analytic Hierarchy Process. New York: McGraw-Hill.

Tags: dampakmanajemen risikopemetaan risikoprioritas risikoprobabilitasrisiko
SendShare6ShareTweet4

Redaksi

Anda punya info menarik seputar satpam berprestasi, giat perusahaan BUJP atau komunitas satpam? Kirimkan rilis tulisannya ke email beritasatpam@gmail.com. Terima kasih

RelatedPosts

cara menjaga alam

11 Cara Menjaga Lingkungan Alam Tetap Lestari

17 May 2025
Hijaukan Negeri di Hari Menanam Pohon Indonesia

Hijaukan Negeri di Hari Menanam Pohon Indonesia

27 November 2016
Kampus UGM Utamakan Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan

Kampus UGM Utamakan Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan

22 March 2017
Cara Pembatalan Pinjaman Easy Cash sebelum Tanda Tangan

Cara Pembatalan Pinjaman Easy Cash sebelum Tanda Tangan

4 July 2024
Hati-hati! Inilah Titik Rawan Banjir dan Longsor di Pangandaran

Hati-hati! Inilah Titik Rawan Banjir dan Longsor di Pangandaran

7 October 2017
Kali Bekasi Tercemar, BPLH Bekasi Ingatkan 18 Perusahaan

Kali Bekasi Tercemar, BPLH Bekasi Ingatkan 18 Perusahaan

10 January 2017
BNPB: Bencana 2016 Tertinggi dalam 14 Tahun Terakhir

BNPB: Bencana 2016 Tertinggi dalam 14 Tahun Terakhir

2 January 2017
seragam satpam

Jenis-Jenis Perlengkapan Satpam yang Harus Dimiliki

21 July 2025
MKTI Dorong Pemahaman Masyarakat tentang Degradasi Tanah

MKTI Dorong Pemahaman Masyarakat tentang Degradasi Tanah

16 December 2016
InterNations: Kota London Buruk untuk Dihuni

InterNations: Kota London Buruk untuk Dihuni

18 November 2016
Next Post
risk manajemen

Strategi Menghadapi Risiko Keamanan Data dalam Transformasi Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jasa SEO DM Labs

Berita Populer

pelatihan kualifikasi gada utama IAC

51 Orang Ikuti Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Utama Insani Astha Cendekia

by Redaksi
3 September 2026

pemetaan risiko

Pemetaan Risiko sebagai Upaya Menentukan Prioritas Penanganan Risiko

by Redaksi
2 October 2026

supplier kopi

Beli Kopi dari Supplier Kopi, Grosir, atau Marketplace, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Kafe

by Redaksi
18 September 2026

risk manajemen

Strategi Menghadapi Risiko Keamanan Data dalam Transformasi Digital

by Redaksi
2 October 2026

uji komepetensi gemilang academy

Gemilang Academy Siap Fasilitasi Uji Kompetensi Satpam di Jabodetabek

by Redaksi
8 September 2026

Polda Kaltim Warning BUJP yang Pangkas Diksar Gada Pratama Jadi 3 Hari

Polda Kaltim Warning BUJP yang Pangkas Diksar Gada Pratama Jadi 3 Hari

by Redaksi
2 September 2026

alata interpreter sewa

Pentingnya Alat Interpreter untuk Acara Berskala Internasional di Surabaya

by Redaksi
4 September 2026

Smartwatch yang Mengingatkan untuk Hidup Lebih Seimbang

Smartwatch yang Mengingatkan untuk Hidup Lebih Seimbang

by Redaksi
24 September 2026

3 Alasan Fitur ADAS Mampu Menahan Depresiasi Harga Mobil MPV

3 Alasan Fitur ADAS Mampu Menahan Depresiasi Harga Mobil MPV

by Redaksi
23 September 2026

pencurian data

Waspada Pencurian Data! Mengenal Jenis Serangan WiFi dan Cara Mencegahnya

by Redaksi
23 September 2026

ARSIP

JASA ARTIKEL SEO

Mau website usaha Anda mudah ditemukan dalam mesin pencari Google? Digital Media Labs melalui Web Syndication melayani jasa penulisan artikel SEO dan backlink.
Hubungi kami di: 085900018001

Web Syndication:

Outsourcing.id
Bisnisdaily.id
promoukm.com
indonesiasentris.com
destinasiindnesia.com
caramakan.com
seputarhalal.com
rumahayah.com
inilahkita.com
beritakamera.com
inibekasi.com
beasiswakampus.com
beritasantai.com
wartaregional.com
BinaNews
Surabayakota.com
KampusDaily.com
Kirimartikel.com
MarketDaily

YOUTUBE

https://youtu.be/9ssSGvShxlw
Jurnal Security

© 2016 Jurnal Security | By Digital Media Labs

Navigate Site

  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • ENGLISH

Follow Us

  • <
  • <
No Result
View All Result
  • HOME
  • OUTSOURCING
  • NASIONAL
    • INTERNATIONAL
    • NEWS
  • INSPIRATION
    • SATPAM
    • CERITA SATPAM
    • FACEPAM
    • TIPS SATPAM
  • POLRI
    • TNI
    • REGULASI
    • ASOSIASI
    • KOMUNITAS
  • INDUSTRI
    • GIAT BUJP
    • BISNIS
    • LOWONGAN KERJA
  • HUKUM
    • KRIMINAL
    • NARKOBA
    • MODUS
  • TEKNOLOGI
    • SECURITY SYSTEM
    • CYBER
    • KESEHATAN
  • BLOKNOTE
    • KOLOM OPINI
  • ENGLISH

© 2016 Jurnal Security | By Digital Media Labs