Jurnalsecurity.com | Sebelum berangkat liburan panjang, perhatian kita sering kali tertuju pada koper, tiket, dan daftar barang bawaan. Di tengah kesibukan tersebut, satu hal penting kerap terlewatkan: kondisi peralatan listrik di rumah. Padahal, peralatan elektronik yang dibiarkan tetap terhubung dengan aliran listrik saat rumah kosong justru dapat menjadi sumber risiko yang serius.
Televisi, dispenser, microwave, mesin kopi, hingga charger ponsel yang masih menancap di stop kontak tetap dialiri listrik meskipun tidak digunakan. Banyak orang mengira risiko baru muncul saat alat tersebut dinyalakan, padahal arus listrik tetap mengalir selama kabel terhubung. Dalam kondisi tertentu, seperti lonjakan listrik, kabel yang sudah aus, atau instalasi yang kurang baik, hal ini dapat memicu korsleting.
Korsleting listrik merupakan salah satu penyebab utama kebakaran rumah, terutama ketika tidak ada penghuni yang dapat segera menyadari atau menangani tanda-tanda awal seperti bau terbakar atau percikan api. Bayangkan jika kejadian ini terjadi saat rumah ditinggal berhari-hari. Api bisa membesar tanpa terdeteksi, menimbulkan kerugian besar bahkan membahayakan rumah di sekitarnya.
Mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan adalah langkah sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Selain mengurangi risiko kebakaran, kebiasaan ini juga membantu menghemat konsumsi listrik. Banyak peralatan elektronik modern tetap mengonsumsi daya dalam mode standby. Ketika rumah ditinggal liburan, energi yang terbuang tersebut sebenarnya tidak diperlukan sama sekali.
Langkah ini sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari ruang tamu, dapur, kamar tidur, hingga area belakang rumah. Pastikan televisi, pemutar audio, dispenser air, microwave, rice cooker, mesin cuci, dan alat elektronik lainnya benar-benar terlepas dari stop kontak. Untuk peralatan yang memang harus tetap menyala, seperti kulkas, pastikan kondisinya aman dan instalasi listriknya terawat dengan baik.
Selain mencabut colokan, mematikan MCB (Miniature Circuit Breaker) untuk jalur tertentu juga bisa menjadi pilihan tambahan, terutama jika rumah ditinggal dalam waktu lama. Langkah ini memberikan perlindungan ekstra terhadap risiko arus pendek dan gangguan listrik lainnya.
Kesadaran akan pentingnya keamanan listrik di rumah masih sering diabaikan karena dianggap sepele. Padahal, banyak kasus kebakaran bermula dari hal-hal kecil yang luput dari perhatian. Dengan meluangkan waktu beberapa menit sebelum berangkat liburan untuk memeriksa dan mencabut peralatan listrik, kita sebenarnya sedang melindungi rumah, aset, dan rasa aman keluarga.
Pada akhirnya, liburan yang menyenangkan bukan hanya soal destinasi dan pengalaman baru, tetapi juga tentang ketenangan pikiran. Mengetahui bahwa rumah ditinggalkan dalam kondisi aman, termasuk dari risiko listrik, membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Langkah kecil ini mungkin terlihat sederhana, namun menjadi fondasi penting agar liburan panjang benar-benar berakhir dengan senyum, bukan penyesalan.[]





























