JURNALSECURITY | Aceh–Sejak bulan Agustus 2006, perempuan bernama lengkap Cut Ratna Agustina ini menggeluti dunia profesi satpam atau secwan. Bukan tanpa alasan ia membulatkan niat jadi secwan, karena profesi ini mengemban fungsi kepolisian terbatas.
“Saat itu, saya bercita-cita ingin menjadi Polwan tapi Allah tidak menghendaki, akhirnya tertarik menjadi satpam,” ungkapnya kepada Jurnal Security, Kamis (12/11/2020).
Cut Ratna yang kelahiran Lhokseumawe, 02 Agustus 1982 ini memiliki segudang pengalaman, bahkan ia sudah jelajah ke Jakarta hingga Bali mengemban tugas menjadi satpam dan pelatih beladirinya.

Beberapa tempat yang pernah ia bekerja menjadi secwan adalah Swissbel Internasional Banda Aceh, PT. Sekurindo Duta Utama Perkasa di Mega Kuningan Jakarta sebagai tim satuan khusus supervisi hotel JW Marriot dan hotel Rizt Carlton Mega Kuningan Jakarta. “Juga sebagai instruktur bela diri untuk satpam pengambilan sertifikat Gada Pratama.

Bagi Cut Tari seorang satpam mempunyau tugas yang mulia karena kita adalah seorang satuan pengamanan dan menertibkan di lingkungan tempat kerja sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas.

Hikmah menjadi secwan adalah bisa banyak menolong sesama ,berbagi ilmu,dan mampu menciptakan kedewasaan, disiplin, menanamkan kejujuran dan tanggung jawab. “Harapan saya semoga satpam Indonesia tetap jaya selalu agar satpam tidak dipandang rendah dan selalu menjaga kekompakan di seluruh Indonesia,” tuturnya. [fr]




























