JURNALSECURITY| Pontianak–Sekda Kalbar AL Leysandri membuka Pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam) Provinsi Kalbar dihalaman Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Kalbar, Selasa (22/10).
Sekda Kalbar AL Leysandri mengatakan, penyelenggaran program pelatihan ini sangat memiliki keterbatasan pembiayaan untuk merekrut semua calon tenaga satpam, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk dapat ikut serta pada kegiatan pelatihan ini.
“Tahun 2019 ini, hanya 100 orang dialokasikan untuk mengikutinya dan Saudara-saudara telah terpilih melalui proses perekrutan dan peseleksian di 6 Kabupaten/Kota yang terpilih,” kata AL Leysandri saat membuka Pelatihan Satpam di Halaman SPN Polda Kalbar.
Kemudian, Sekda Kalbar juga meminta peserta yang telah mendapat kesempatan ini harus mensyukuri dan menggunakan peluang waktu 23 hari ini untuk menekuni pelatihan di Sekolah Polisi Negara ini.
“Setelah selesai pelatihan, saudara akan mendapatkan Sertifikat dan Kartu Tanda Anggota sebagai satpam. Saya harap, tidak ada |agi yang mengundurkan diri selama berada di lembaga pendidikan polisi ini. Jika saudara tidak siap untuk mengikuti pelatihan ini, cepat hari ini juga, Saudata mundur agar dapat segera dilakukan penggantian,” katanya dilansir mediakalbarnews.com.
Dikatakannya, Pemprov Kalbar melalui program ketenagakerjaan terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dimana saat ini tingkat Indeks Pembangunan Manusia Kalbar masih berada di level 66.98 pada tahun 2017 atau berada pada peringkat 30 dari 34 Provinsi di Indonesia.
Satpam merupakan suatu profesi bukan pekerjaan sampingan atau pekerjaan sambilan yang saat ini masih menjadi cerita bahwa bekerja sebagai Satpam dapat dilakukan sambil melakukan pekerjaan lainnya, sehingga dengan menjadi Satpam dia bisa melakukan apa saja dan berbuat apa saja tanpa mempertimbangkan perilaku dan moralitas yang menyalahi aturan dan norma hukum.
“Seorang Satpam idealnya harus memahami profesinya sebagai pengemban pengamanan diiingkungannya tempat dia bertugas, membantu aparatur kepolisian menjaga kondusifitas keamanan dilingkungannya, serta sebagai deteksi dini terhadap gejala-gejala kriminalitas yang bisa membahayakan mayarakat,” katanya lagi.
Upaya pemerintah melakukan perekrutan dan pelatihan Satpam tahun ini, lebih kepada upaya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia serta berupaya untuk menekan angka pengangguran dan agar kemiskinan di Kalbar, serta sebagai upaya untuk membantu masyarakat nelayan miskin yang terkena dampak pembangunan peiabuhan Intemasionai di sungai Kunyit Kabupaten Mempawah. [fr]