Jurnalsecurity.com | Jambi–Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun Jambi terlibat bentrok dengan pihak keamanan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah itu.
Camat Air Hitam Fatur saat dikonfirmasi, Senin, membenarkan adanya kericuhan yang terjadi.
Ia menceritakan, awal mula kejadian berawal ketika SAD melakukan aksi ke perusahaan dan telah dilakukan proses mediasi.
“Saya bersama Pak Kapolsek dan Kades memediasi dengan pihak perusahaan SAL. Karena pihak perusahaan ini memperketat pengamanannya dengan menggandeng pihak petugas yang kebanyakan orang kita dari NTT,” katanya dilansir Antara, (13/4).
Lanjutnya, lebih kurang terdapat puluhan pihak keamanan yang didatangkan pihak perusahaan dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga menimbulkan protes dari warga SAD.
“SAD ini, sebelumnya melakukan panen atau ambil buah sawit milik perusahaan, mungkin dihalang-halangi sehingga ada aksi mereka rame-rame dan kita mediasi,”ujarnya.
Mediasi itu sudah selesai, dan tuntutan dari SAD itu pertama minta tanah adat mereka yang dulu serta minta warga Nusa Tenggara Timur (NTT) itu balik ke kampung halamannya.
Usai dimediasi, kata Camat, warga SAD yang akan pulang ke rumah masing-masing, tiba-tiba bertemu dengan pihak keamanan perusahaan hingga terjadi keributan lagi.
“Begitu dalam perjalanan, SAD ini pulang kerumah masing-masing, masih di pos 1 inti 2 ketemulah dengan security dari NTT tadi. Disitulah dua orang dari SAD diduga bentrok lagi, ada yang sempat dibawa ke klinik hingga ke rumah sakit di Merangin,” jelasnya.
Merasa tak terima, rekan SAD, maka rombongan SAD lalu menyerang hingga ribut dan terjadi penembakan.
Tiga orang dari pihak keamanan perusahaan SAL dikabarkan mengalami luka tembak akibat bentrokan dengan warga SAD.
“Ada yang di perut, kaki dan dada. SAD melakukan pembakaran disalah satu rumah di camp,” ungkapnya.[]

























