Jurnalsecurity | Makassar — Tim Khusus Pengamanan Tertutup (Timsus Pamtup) Satpam Universitas Hasanuddin berhasil membongkar aksi pencurian helm yang meresahkan civitas akademika. Seorang pengemudi ojek online ditangkap setelah diketahui berulang kali mencuri helm di berbagai titik dalam kawasan kampus.
Aksi pelaku terungkap ketika petugas Pamtup mencurigai gerak-geriknya yang mondar-mandir di area parkiran sambil membawa kantong plastik berukuran besar. Setelah dilakukan pemantauan, pelaku terlihat mengambil helm dari parkiran dan memasukkannya ke dalam kantong tersebut untuk menyamarkan perbuatannya. Helm-helm itu dicuri dari beberapa lokasi, termasuk area masjid kampus, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan lapangan tenis.
Kepala Satpam Unhas, Ridho, mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan atribut lengkap ojek online dengan aplikasi aktif untuk menghindari kecurigaan petugas. “Pelaku tampak seperti pengemudi yang sedang menunggu orderan sehingga aksinya tidak langsung terdeteksi. Namun setelah mengambil helm, dia cepat meninggalkan lokasi. Anggota yang telah mengintainya langsung menahan dan mengamankannya,” kata Ridho pada Kamis (04/12).
Ridho menambahkan, helm yang dibidik pelaku umumnya merek-merek yang mudah dijual kembali, seperti KYT yang dikenal bernilai tinggi dan banyak diminati.
Ia juga mengimbau mahasiswa serta warga kampus untuk lebih waspada menjaga barang pribadi.
Saran dari Kepala Satpam Unhas: Jadilah polisi bagi diri sendiri—selalu awasi barang pribadi. Jangan tergesa-gesa saat memarkir kendaraan. Titipkan helm pada fakultas yang memiliki petugas penjaga. Gunakan bagasi motor untuk menyimpan helm bila memungkinkan.
Ridho menegaskan bahwa Satpam Unhas akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan, baik secara terbuka maupun tertutup, sebagai langkah pencegahan guna menekan angka pencurian di lingkungan kampus merah. [Ridwan]



























