JURNALSECURITY | Bandar Lampung — Komunitas Forum Satpam Lampung (FSL) membesuk Satpam korban tragedi penembakan perampokan yang terjadi di Bank Arta Kedaton Teluk Betung, Bandar Lampung.
Ketua FSL Sudarmadi mengatakan dirinya dan segenap pengurus dan anggota FSL merasa turut prihatin atas musibah yang menimpa teman seprofesi Satpam.
“Kami (FSL) turut prihatin atas musibah teman sejawat, sebagai sesama seprofesi yang dalam menjalankan tugasnya tertimpa musibah oleh pelaku penembakan,” ujar Ardi, sapaan akrab Sudarmadi RS Budi Medika, Bandar Lampung.
Atas tragedi ini, Ardi mengimbau kepada seluruh Satpam khususnya yang bertugas di Provinsi Lampung, baik di pemerintahan maupun perusahaan swata agar tetap waspada dan berhati hati dalam melaksanakan tugas.
Sebagaimana diberitakan Jurnal Security sebelumnya, petugas keamanan alias Satpam Bank Arta Kedaton dan Satpam Bank Mayora di Bandar Lampung, menjadi korban aksi penembakan oleh kawanan perampok yang terjadi di Bank Artha Kedaton Makmur Bandar Lampung, pada Jumat (17/3/2023).
Tiga orang menjadi korban penembakan brutal itu. Pertama, Satpam Bank Mayora Kismanto (41 tahun), warga Kota Karang, mengalami luka tembak pada bagian perut kanan, dan tangan sebelah kanan.
Kedua, Satpam Bank Bank Arta Kedaton Tito Alexander (36 tahun), satpam Bank Arta Kedaton yang juga warga Jagabaya, mengalami luka tembak di perut samping sebelah kiri.
Lalu yang ketiga, karyawan Bank Arta Kedaton Hance Chandra (42), warga Perum Puri Hijau, mengalami luka tembak pada bagian dada kanan.[lian]