Jurnalsecurity.com | Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kualitas personel keamanan di berbagai lini industri dan lingkungan masyarakat, PT Bravo Satria Perkasa kembali menggelar Pendidikan dan Pelatihan Satpam Angkatan ke-78 Tahun 2025. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kasubdit Binmas Polda Metro Jaya, AKBP Hadi Setiawan, pada Sabtu, 26 Juli 2025, bertempat di Lakespra Jakarta Selatan.
Sebanyak 44 peserta mengikuti pelatihan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan kapabilitas personel satuan pengamanan. Para peserta akan dibekali dengan kompetensi dasar pengamanan yang sesuai dengan standar Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) tentang Sistem Manajemen Pengamanan.
Dalam sambutannya, AKBP Hadi Setiawan menegaskan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, serta integritas dalam pelaksanaan tugas-tugas pengamanan. Ia menyampaikan bahwa satuan pengamanan (satpam) merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan, baik di lingkungan kerja, kawasan perumahan, fasilitas umum, hingga obyek vital.
“Satpam bukan hanya sekadar petugas jaga, tetapi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Maka dari itu, pelatihan seperti ini harus menjadi momentum untuk mencetak sumber daya manusia yang tangguh dan memiliki dedikasi tinggi,” ujar AKBP Hadi Setiawan.
Materi Pelatihan Sesuai Standar Kepolisian
Program pelatihan ini mencakup berbagai materi teoritis dan praktis yang komprehensif, antara lain:
- Dasar-dasar tugas pengamanan
- Etika profesi satpam
- Teknik beladiri praktis
- Pengendalian massa (Dalmas) skala ringan
- Penanganan keadaan darurat
- Penggunaan alat komunikasi dan sistem keamanan elektronik
- Pemahaman hukum dasar terkait ketertiban dan keamanan
Seluruh materi diberikan oleh instruktur berpengalaman, baik dari unsur Kepolisian dan TNI yang telah berpengalaman.
PT Bravo Satria Perkasa: Konsisten dalam Pengembangan SDM Keamanan
Sebagai salah satu perusahaan penyedia jasa pengamanan terkemuka di Indonesia, PT Bravo Satria Perkasa telah berkomitmen untuk secara berkelanjutan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para anggotanya melalui program pelatihan berkala. Hingga tahun 2025 ini, pelatihan satpam telah mencapai angkatan ke-78, yang menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menyediakan tenaga keamanan yang kompeten dan siap menghadapi berbagai tantangan lapangan.
Program pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi landasan penting dalam membangun karakter profesional satpam, termasuk kemampuan dalam mengelola konflik, menjaga ketenangan dalam tekanan, serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
Satpam: Pilar Keamanan yang Semakin Dibutuhkan
Dalam perkembangan situasi sosial dan keamanan saat ini, kebutuhan akan tenaga pengamanan yang memiliki kemampuan teknis dan non-teknis menjadi semakin mendesak. Ancaman seperti pencurian, sabotase, kerusuhan, hingga potensi gangguan digital terhadap sistem keamanan, menuntut keberadaan satpam yang lebih adaptif dan terlatih.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu:
- Menjadi pengawal keamanan yang responsif
- Memahami sistem keamanan berbasis teknologi
- Bertindak sesuai SOP dan koridor hukum
- Menjadi mitra aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif
Dukungan Polri terhadap Profesionalisme Satpam
Polri melalui jajaran Binmas (Pembinaan Masyarakat) terus mendorong agar pelatihan satpam di seluruh wilayah Indonesia dilakukan secara profesional dan berkelanjutan. Kasubdit Binmas Polda Metro Jaya, AKBP Hadi Setiawan, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan penyedia jasa keamanan dengan institusi kepolisian.
“Kami berharap PT Bravo Satria Perkasa terus menjadi pionir dalam penguatan kompetensi satpam, sekaligus memberikan contoh bahwa pelatihan satpam bisa dilakukan dengan standar tinggi,” imbuhnya.
Investasi Keamanan Dimulai dari Sumber Daya Manusia
Pelatihan Satpam Angkatan ke-78 yang digelar oleh PT Bravo Satria Perkasa menjadi bukti nyata bahwa investasi di sektor keamanan harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia. Dalam dunia yang semakin kompleks, satpam dituntut tak hanya menjadi penjaga fisik, tetapi juga pengelola situasi, komunikator yang baik, dan pengambil keputusan dalam keadaan darurat.
Dengan dukungan penuh dari Polda Metro Jaya, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan personel keamanan yang profesional, disiplin, dan siap menjadi mitra Polri dalam menjaga ketertiban serta mewujudkan rasa aman di masyarakat.[]