Jurnal Security | Jakarta– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) asal Sumatera Utara. Edward Syandi, personel PT Macan Sejahtera Cahaya, berhasil meraih Juara 3 Lomba Satpam Teladan Tingkat Nasional 2026 kategori Satpam Kualifikasi Gada Madya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam malam puncak Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat yang berlangsung di The Tribrata, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Agustus 2026 malam.
Ajang tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang berkontribusi melalui kreativitas, inovasi, prestasi, dan kolaborasi dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban.
Edward Syandi, Satu-satunya Wakil Sumatera Utara yang Meraih Juara Nasional
Keberhasilan Edward Syandi memiliki arti penting bagi dunia pengamanan di Sumatera Utara. Ia menjadi satu-satunya perwakilan Sumatera Utara dari kategori Satpam yang berhasil meraih juara pada tingkat nasional dalam Lomba Satpam Teladan 2026.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa profesi satuan pengamanan (Satpam) tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan di lingkungan kerja. Lebih dari itu, seorang Satpam profesional dituntut memiliki kompetensi, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, kesiapsiagaan, serta pemahaman terhadap prosedur pengamanan.
Kualifikasi Gada Madya sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kompetensi personel Satpam. Karena itu, keberhasilan dalam kompetisi tingkat nasional dapat menjadi indikator positif bahwa peningkatan kompetensi dan pembinaan personel memiliki peran besar dalam membentuk tenaga pengamanan yang profesional.
PT Macan Sejahtera Cahaya Bangga atas Prestasi Personelnya
Direktur Operasional PT Macan Sejahtera Cahaya, Kasim, SH. MH, hadir langsung mendampingi Edward Syandi dalam menerima penghargaan tersebut.
Kasim menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Edward. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Edward, tetapi juga membawa nama PT Macan Sejahtera Cahaya serta insan pengamanan di Sumatera Utara.
“Kami sangat bangga dan mengucapkan terima kasih kepada Edward Syandi yang telah membawa nama PT Macan Sejahtera Cahaya dan Sumatera Utara hingga meraih Juara 3 Lomba Satpam Teladan Tingkat Nasional 2026,” ujar Kasim.
Menurut Kasim, penghargaan tersebut harus menjadi momentum bagi Edward untuk terus mengembangkan kemampuan dan kompetensinya.
Ia juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi personel Satpam lainnya untuk tidak berhenti belajar dan meningkatkan profesionalisme.
“Kami berharap Edward terus berlatih, terus belajar dan jangan pernah bosan untuk meningkatkan kemampuan. Jangan cepat puas dengan prestasi yang sudah diraih saat ini. Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus berkembang dan menjadi role model bagi anggota Satpam lainnya,” katanya.
Edward Syandi: Prestasi Menjadi Motivasi untuk Terus Belajar
Sementara itu, Edward Syandi mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya dalam malam puncak Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan PT Macan Sejahtera Cahaya yang memberikan dukungan selama proses persiapan hingga mengikuti kompetisi Satpam Teladan tingkat nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan PT Macan Sejahtera Cahaya yang selalu memberikan dukungan kepada saya. Dukungan tersebut menjadi salah satu motivasi bagi saya hingga bisa meraih prestasi ini,” ujar Edward.
Bagi Edward, Juara 3 Satpam Teladan Nasional 2026 bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus belajar, berlatih dan memberikan yang terbaik. Saya berharap ke depan masih bisa meraih prestasi lainnya dan membawa nama baik perusahaan serta Sumatera Utara,” katanya.
Sikap tersebut menjadi bagian penting dari profesionalisme seorang Satpam. Prestasi seharusnya tidak membuat seorang personel berhenti berkembang, tetapi menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan memberikan kontribusi yang lebih baik.[]

























