Jurnal Security | Jakarta — PT Insani Astha Cendekia (IAC) kembali berkomitmen mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengamanan melalui penyelenggaraan Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Utama.
Kegiatan tersebut diselenggarakan PT Insani Astha Cendekia bekerja sama dengan Korbinmas Baharkam Polri dan secara simbolis dibuka oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., pada 24 Agustus 2026 di Royal Palm Hotel, Cengkareng, Jakarta Barat.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri Direktur Utama PT Insani Astha Cendekia Wagiyanto, jajaran pelatih dan pembina, serta tim IAC Training Center.
Pelatihan Gada Utama kali ini diikuti 51 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka antara lain merupakan manajer dan direktur Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), perwakilan lembaga atau instansi pemerintah dan swasta, serta purnawirawan TNI dan Polri.
Peserta Ditekankan Tidak Sekadar Mengejar Pengakuan
Dalam kegiatan pembukaan, peserta mendapatkan penekanan agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara serius. Pelatihan Gada Utama tidak seharusnya dipandang hanya sebagai formalitas untuk memperoleh pengakuan jabatan atau sekadar memenuhi persyaratan administratif dalam pengurusan Surat Izin Operasional BUJP.
Pesan tersebut menjadi penting karena Gada Utama berada pada jenjang kompetensi yang menuntut kemampuan lebih luas, terutama dalam aspek manajemen pengamanan, analisis risiko, penyusunan perencanaan, hingga kemampuan menangani berbagai potensi gangguan keamanan.
Karena itu, peserta diharapkan benar-benar memahami materi yang diberikan dan mampu mengimplementasikannya dalam lingkungan kerja masing-masing.
Mengacu Kurikulum Kompetensi Satpam
Pelatihan yang diselenggarakan IAC mengacu pada kurikulum pelatihan yang ditetapkan Kapolri melalui Keputusan Kapolri Nomor Kep/54/2023. Materi pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai sejumlah kemampuan penting dalam pengelolaan keamanan.
Materi tersebut mencakup kemampuan menentukan tingkat risiko keamanan area kerja, menentukan tingkat kerawanan area kerja, menyusun rencana pengamanan, serta menyusun standar operasional prosedur (SOP).
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan melaksanakan manajemen tanggap darurat, menangani konflik internal perusahaan, serta menyusun desain simulasi pengamanan.
Materi tersebut menunjukkan bahwa Gada Utama tidak hanya berbicara mengenai kemampuan teknis pengamanan di lapangan, tetapi juga kemampuan strategis dan manajerial dalam membangun sistem pengamanan yang terencana.
Dorong SDM Satpam yang Kompeten
Penerapan kurikulum berbasis kompetensi diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memenuhi tuntutan profesi pengamanan.
Dalam bahan pelatihan yang disampaikan IAC, kompetensi Satpam ditempatkan dalam jenjang Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Utama. Masing-masing jenjang memiliki tuntutan kemampuan sesuai tingkat tanggung jawab dan tugas yang diemban.
Bagi peserta Gada Utama, kemampuan manajerial menjadi salah satu aspek penting. Seorang pemegang kualifikasi tersebut dituntut tidak hanya memahami pelaksanaan pengamanan, tetapi juga mampu melihat persoalan keamanan secara lebih menyeluruh, melakukan identifikasi risiko, serta menyusun strategi pengamanan yang sesuai dengan karakteristik objek yang diamankan.
Wagiyanto: IAC Berkomitmen Tingkatkan Kompetensi SDM
Direktur Utama PT Insani Astha Cendekia, Wagiyanto, menegaskan komitmen IAC Training Center untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan pelatihan yang profesional.
Menurut Wagiyanto, kualitas pelatihan menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan tenaga pengamanan yang benar-benar kompeten dan mampu memenuhi kebutuhan industri.
“IAC training Center berkomitmen untuk meningkatkan SDM yang kompeten dengan menyelenggarakan pelatihan secara profesional,” ujar Wagiyanto.
Ia menjelaskan, IAC menerapkan delapan standar pelatihan yang mengacu pada Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia. Delapan standar tersebut menjadi bagian dari upaya IAC dalam menjaga kualitas proses pembelajaran dan hasil pelatihan.
Delapan standar yang diterapkan meliputi penggunaan SKKNI dan standar lainnya, kurikulum yang terstruktur, bahan pelatihan, asesmen, kualifikasi staf, fasilitas dan perlengkapan, sistem tata kelola, serta kelayakan atau jaminan keuangan.
“Harapannya, dengan menerapkan standar pelatihan sesuai ketentuan, tentu hasil yang diperoleh juga akan semakin maksimal sesuai dengan kebutuhan pasar industri dalam menyerap SDM yang kompeten,” kata Wagiyanto.
IAC Training Center Fokus pada Pengembangan SDM Keamanan
PT Insani Astha Cendekia melalui IAC Training Center selama ini memosisikan diri sebagai lembaga pelatihan yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia bidang pengamanan.
Berdasarkan profil perusahaan di situs resminya, IAC menyebut memiliki izin pelatihan dari Polri dan Kementerian Ketenagakerjaan serta menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. IAC juga menyatakan memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pelatihan Satpam dari jenjang Gada Pratama hingga Gada Utama.
Tidak hanya pelatihan Satpam, IAC Training Center juga menyelenggarakan berbagai pelatihan spesialisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan tugas dan lingkungan kerja. Di antaranya pelatihan investigasi internal perusahaan, security risk management, serta pelatihan yang berkaitan dengan sektor perhotelan, perkantoran, pertambangan, perkebunan dan bidang lainnya.
IAC juga menyebut bahwa lembaganya dikelola oleh master trainer yang tersertifikasi BNSP serta menerapkan delapan standar pelatihan, mulai dari kurikulum, materi dan asesmen hingga fasilitas, tata kelola dan jaminan keuangan.
Kualifikasi Gada Utama Bukan Sekadar Sertifikat
Penyelenggaraan Pelatihan Gada Utama di tengah kebutuhan industri terhadap tenaga keamanan yang semakin profesional menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas SDM pengamanan.
Bagi seorang manajer atau pimpinan pengamanan, kompetensi tidak berhenti pada kepemilikan sertifikat. Lebih dari itu, kompetensi harus tercermin melalui kemampuan membaca risiko, merancang sistem pengamanan, membuat SOP, mengelola sumber daya, menangani keadaan darurat, hingga menyelesaikan persoalan keamanan secara terukur.
Hal inilah yang menjadi salah satu pesan penting dalam penyelenggaraan pelatihan Kualifikasi Gada Utama IAC. Peserta diharapkan tidak hanya menyelesaikan rangkaian pendidikan, tetapi juga mampu membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh ke lingkungan kerja masing-masing.
Sebelumnya, IAC juga telah menyelenggarakan pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya. Pada Juni 2026, misalnya, IAC menggelar pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya yang diikuti 91 peserta di IAC Training Center, Cinagara, Caringin, Bogor.
Melalui konsistensi penyelenggaraan pelatihan tersebut, IAC Training Center berupaya mengambil bagian dalam pengembangan profesi Satpam sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap SDM pengamanan yang profesional, kompeten, dan mampu bekerja sesuai standar.[]

























