Jurnalsecurity.com | Yogyakarta– Kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas bangunan dan lingkungan hunian menjadi salah satu isu yang semakin relevan di tengah perkembangan sektor properti dan konstruksi. Tidak hanya berbicara mengenai desain yang menarik, sebuah hunian juga perlu didukung oleh sistem pemeliharaan bangunan dan pengelolaan lingkungan yang baik agar tetap nyaman, aman, dan berkelanjutan.
Semangat tersebut menjadi salah satu alasan di balik dukungan BASMI, layanan jasa anti rayap profesional dan Pastiklola, layanan jasa angkut sampah dan pengelolaan limbah, terhadap kegiatan Inklusi-in Seri 2.0: Slate Stone Habitat yang digelar oleh Inklusi Design Studio pada Sabtu, 6 Juni 2026 di Yogyakarta.
Melalui kegiatan yang mempertemukan para profesional, praktisi, dan pegiat desain ini, produk dari Gemilang Facility Service yaitu BASMI dan Pastiklola tidak hanya hadir sebagai sponsor, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam sesi presentasi dan diskusi bersama peserta.
Head Sales, Marketing & Business Development (SMBD) Gemilang Facility Service, Moch Rifani Santoso, mengatakan bahwa BASMI dan Pastiklola melihat kegiatan semacam ini sebagai ruang edukasi yang penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aspek-aspek yang sering terabaikan dalam sebuah hunian.
“Kehadiran BASMI dan Pastiklola menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa sebuah bangunan yang baik tidak hanya dinilai dari aspek estetika, tetapi juga dari bagaimana bangunan tersebut dirawat dan bagaimana lingkungan di sekitarnya dikelola,” ungkapnya.
Rifani menambahkan, banyak orang fokus pada desain dan tampilan bangunan, padahal ada aspek penting lain yang menentukan kualitas hunian dalam jangka panjang, yaitu perlindungan bangunan dari serangan rayap dan pengelolaan sampah yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, BASMI memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan dan pengendalian rayap sejak dini. Menurut Rifani, rayap merupakan salah satu ancaman terbesar bagi bangunan karena kerusakannya sering kali tidak terlihat hingga mencapai tahap yang cukup parah.
“Kerusakan akibat rayap sering kali baru disadari ketika kondisinya sudah berat. Padahal pencegahan sejak awal jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan melakukan perbaikan setelah struktur bangunan terdampak. Kami ingin masyarakat memahami bahwa perlindungan bangunan merupakan bagian dari investasi jangka panjang,” jelasnya.
Sebagai penyedia layanan pengendalian rayap yang berpengalaman di Yogyakarta, BASMI terus mengembangkan layanan yang tidak hanya efektif dalam mengatasi hama perusak bangunan, tetapi juga memperhatikan keamanan penghuni dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pastiklola mengangkat isu pengelolaan sampah sebagai faktor penting dalam menciptakan lingkungan hunian yang sehat dan berkelanjutan. Pertumbuhan kawasan permukiman yang semakin pesat memerlukan sistem pengelolaan sampah yang bertanggung jawab agar tidak menimbulkan masalah lingkungan di kemudian hari.
“Hunian yang sehat bukan hanya bangunannya yang terawat, tetapi juga lingkungannya yang bersih. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari pencemaran hingga gangguan kesehatan masyarakat. Karena itu edukasi tentang pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat,” kata Rifani.
Melalui layanan pengangkutan dan pengelolaan sampah yang terintegrasi, Pastiklola berupaya membantu masyarakat, pengelola properti, hingga kawasan hunian untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
Kolaborasi BASMI dan Pastiklola menunjukkan bahwa kualitas sebuah hunian tidak hanya ditentukan oleh desain arsitektur yang menarik, tetapi juga oleh perhatian terhadap faktor-faktor pendukung yang sering kali luput dari perhatian. Bangunan yang terlindungi dari ancaman rayap dan lingkungan yang bebas dari permasalahan sampah merupakan dua elemen penting dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.
“BASMI berupaya menjaga bangunan tetap aman dari kerusakan akibat rayap, sementara Pastiklola mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Ketika keduanya berjalan bersama, maka akan tercipta ekosistem hunian yang lebih nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui partisipasi dalam Inklusi-in Seri 2.0, BASMI dan Pastiklola berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa menjaga bangunan dan lingkungan bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang.[]





















