Jurnalsecurity.com | Jakarta–Insiden terlindasnya tukang Ojol oleh mobil rantis aparat kepolisian menimbulkan gejolak yang terus berlanjut, di Jakarta dan di beberap kota lainnya. Lalu, publik pun bertanya-tanya soal beda fungsi rantis Brimob Barracuda dan Rimueng kembali mencuat setelah insiden tersebut.
Dalam setiap pengamanan aksi demonstrasi, aparat keamanan kerap menggunakan kendaraan taktis (rantis) untuk mendukung mobilitas dan melindungi personel di lapangan. Di Indonesia, dua jenis rantis yang cukup dikenal adalah Barracuda dan Rimueng. Keduanya memiliki fungsi strategis, namun perannya bisa berbeda tergantung kebutuhan pengamanan.
1. Rantis Barracuda
Rantis Barracuda adalah kendaraan taktis lapis baja yang sejak lama digunakan oleh Brimob Polri. Kendaraan buatan Korea Selatan ini memiliki desain kokoh dan mampu menampung hingga 15 personel. Dilengkapi kaca antipeluru, ban tahan peluru, hingga sistem komunikasi radio, Barracuda sering digunakan dalam situasi dengan potensi ancaman tinggi.
Selain itu, Barracuda biasanya dipakai untuk:
- Melindungi personel dari serangan fisik maupun lemparan benda keras.
- Mengurai massa dengan pengeras suara dan semprotan air (jika dilengkapi water cannon).
- Mengangkut tahanan atau mengamankan VIP saat kondisi rawan.
Namun, penggunaan Barracuda dalam pengamanan demo terkadang menuai kritik karena dianggap terlalu “militeristik” dan berpotensi menimbulkan kesan represif di mata publik.
2. Rantis Rimueng
Berbeda dengan Barracuda, Rimueng adalah kendaraan taktis buatan dalam negeri (PT Pindad) yang dirancang lebih fleksibel untuk kebutuhan Polri. Rantis ini lebih kecil dibanding Barracuda, dengan kapasitas sekitar 8–10 personel, serta memiliki kemampuan manuver lebih lincah di jalan perkotaan.
Keunggulan Rimueng:
- Mobilitas tinggi, cocok untuk area sempit atau padat penduduk.
- Desain modern dengan perlindungan cukup memadai untuk pengamanan massa.
- Lebih humanis, karena tampilannya tidak sebesar dan semiliteristik Barracuda.
Rimueng biasanya digunakan dalam pengamanan demo berskala sedang, patroli, serta operasi kepolisian di daerah perkotaan.
3. Mana yang Lebih Cocok untuk Demo?
Jika tujuan pengamanan adalah menjaga ketertiban tanpa menimbulkan kesan represif, maka Rimueng bisa menjadi pilihan lebih tepat. Ukurannya yang lebih kecil dan fleksibel membuatnya lebih ramah digunakan di kawasan publik, terutama saat demo berlangsung damai.
Sementara itu, Barracuda lebih sesuai diterjunkan dalam situasi berisiko tinggi, misalnya ketika massa sudah anarkis, terjadi bentrokan, atau ada potensi ancaman senjata. Barracuda memberi perlindungan maksimal bagi personel, namun penggunaannya harus hati-hati agar tidak memicu ketegangan.
Baik Barracuda maupun Rimueng sama-sama penting dalam mendukung tugas Brimob. Hanya saja, pilihan penggunaannya harus disesuaikan dengan eskalasi demo. Untuk aksi damai, Rimueng lebih humanis dan komunikatif. Namun, jika eskalasi meningkat, Barracuda tetap dibutuhkan sebagai perlindungan terakhir.
Dengan strategi penggunaan yang tepat, rantis tak hanya menjadi simbol kekuatan aparat, tetapi juga alat untuk menjaga keselamatan semua pihak—baik aparat maupun masyarakat yang menyampaikan aspirasi.[]