Jurnalsecurity.com | Dengan pesatnya perkembangan teknologi berbasis online, kehidupan masyarakat terasa semakin mudah. Akses terhadap berbagai informasi dan layanan digital kini dapat dilakukan hanya melalui genggaman tangan. Kondisi ini juga dirasakan oleh profesi Satpam yang dalam menjalankan tugasnya memiliki akses luas terhadap ponsel dan internet. Di sela-sela waktu jaga, tidak sedikit Satpam yang dengan mudah melakukan transaksi judi online, mengakses pinjaman online, bahkan mencari penghasilan tambahan sebagai ojek online.
Fenomena ini bukanlah sekadar kebetulan, melainkan sebuah kondisi yang dapat dianalisis secara sosial dan ekonomi. Tekanan kebutuhan hidup, keterbatasan penghasilan, serta minimnya literasi digital menjadi faktor utama yang mendorong Satpam terjebak dalam praktik judi online dan pinjaman online. Judi online menawarkan iming-iming keuntungan instan, sementara pinjaman online memberikan kemudahan dana cepat tanpa proses yang rumit. Namun, keduanya justru berpotensi menjerumuskan Satpam ke dalam lingkaran utang dan masalah finansial berkepanjangan.
Di sisi lain, pilihan menjadi ojek online kerap dijadikan solusi untuk menambah penghasilan. Meski secara ekonomi terlihat positif, kelelahan fisik dan mental akibat jam kerja yang panjang dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi dan kualitas kinerja Satpam di tempat kerja. Hal ini tentu berisiko terhadap aspek keamanan yang menjadi tanggung jawab utama profesi Satpam.
Dampak dari fenomena ini tidak hanya dirasakan di lingkungan kerja, tetapi juga meluas ke kehidupan sosial di masyarakat. Masalah ekonomi akibat judi online dan pinjaman online dapat memicu konflik keluarga, menurunkan kepercayaan sosial, serta memengaruhi citra profesi Satpam itu sendiri. Jika tidak disikapi dengan bijak dan mendapat perhatian dari berbagai pihak, kondisi ini berpotensi menjadi masalah sosial yang serius dan membahayakan stabilitas individu maupun lingkungan.
Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama antara perusahaan, instansi terkait, dan Satpam itu sendiri untuk meningkatkan literasi digital, pengelolaan keuangan, serta pengawasan penggunaan teknologi selama jam kerja. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif tanpa menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan dan profesionalisme Satpam.
Tips Pencegahan Dampak Berkepanjangan Judol, Pinjol dan Ojol Bagi Satpam:
1. Hindari Gaya Hidup Berlebihan:
Satpam perlu menyesuaikan pola hidup dengan penghasilan yang dimiliki. Gaya hidup konsumtif, seperti sering nongkrong, belanja online berlebihan, atau mengikuti tren yang tidak perlu, dapat memicu keinginan mencari uang instan melalui judi online atau pinjaman online.
2. Seimbangkan Kebutuhan dan Keinginan:
Prioritaskan kebutuhan pokok seperti makan, tempat tinggal, dan keluarga. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan sesaat. Disiplin dalam mengatur keuangan akan membantu Satpam terhindar dari jeratan pinjol dan godaan judol.
3. Selektif dalam Bergaul dengan Rekan Kerja:
Lingkungan kerja sangat memengaruhi pola pikir. Hindari rekan Satpam yang sering mengajak berjudi online, mengeluh berlebihan, atau berpikir negatif. Pilih teman yang saling mengingatkan dan mendukung hal-hal positif selama bertugas.
4. Hapus Aplikasi Online yang Merusak Fokus dan Pikiran:
Aplikasi judi online, pinjaman online ilegal, serta game berunsur taruhan sebaiknya dihapus dari ponsel. Fokuskan penggunaan ponsel hanya untuk komunikasi kerja, kebutuhan keluarga, dan informasi yang bermanfaat.
5. Biasakan Membawa Bekal dari Rumah:
Membawa bekal membantu menghemat pengeluaran harian. Penghematan kecil namun rutin dapat mengurangi ketergantungan pada pinjaman online serta melatih kedisiplinan finansial.
6. Kurangi Kebiasaan Merokok Berlebihan:
Merokok dalam jangka panjang bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menguras pengeluaran. Mengurangi rokok berarti menambah ruang bagi kebutuhan lain yang lebih penting.
7. Jangan Mudah Terpengaruh Ajakan Teman ke Arah Negatif Online:
Ajakan untuk “coba-coba” judi online atau pinjaman cepat sering berawal dari lingkungan terdekat. Satpam harus memiliki pendirian kuat dan berani berkata tidak terhadap ajakan yang merugikan diri sendiri.
8. Manfaatkan Waktu Jaga dengan Kegiatan Positif:
Gunakan waktu luang saat bertugas untuk membaca, berolahraga ringan, atau meningkatkan keterampilan (misalnya komunikasi, bela diri, atau pengetahuan keamanan). Kegiatan positif mengurangi keinginan mengakses konten negatif online.
9.Kelola Keuangan secara Sederhana dan Disiplin:
Catat pemasukan dan pengeluaran bulanan. Sisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan darurat. Pengelolaan keuangan yang baik adalah benteng utama dari pinjol dan judol.
10. Jaga Profesionalisme dan Tanggung Jawab Tugas:
Satpam memiliki tanggung jawab menjaga keamanan. Konsentrasi dan kewaspadaan harus diutamakan. Menghindari judi online, pinjol, dan kelelahan akibat ojol berlebihan adalah bagian dari menjaga profesionalisme kerja.
Kesimpulan Sementara:
1. Perkembangan teknologi online membawa kemudahan sekaligus risiko bagi profesi Satpam:
Akses internet yang mudah saat bertugas membuka peluang positif, namun juga meningkatkan risiko keterlibatan Satpam dalam judi online, pinjaman online, dan pekerjaan tambahan sebagai ojek online. Tanpa pengendalian diri dan literasi digital yang memadai, kemudahan teknologi justru dapat menimbulkan masalah ekonomi, penurunan fokus kerja, dan gangguan profesionalisme.
2. Judol, pinjol, dan ojol memiliki dampak langsung terhadap kinerja, kesejahteraan, dan kehidupan sosial Satpam:
Judi online dan pinjaman online berpotensi menjerumuskan Satpam ke dalam lingkaran utang dan tekanan psikologis, sementara aktivitas ojol yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada keamanan di tempat kerja, tetapi juga memicu konflik keluarga dan menurunkan citra profesi Satpam di masyarakat.
3. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran individu dan didukung oleh lingkungan kerja serta institusi terkait:
Penerapan pola hidup sederhana, pengelolaan keuangan yang disiplin, penggunaan teknologi secara bijak, serta menjaga profesionalisme saat bertugas merupakan langkah penting untuk meminimalkan dampak negatif judol, pinjol, dan ojol. Dukungan perusahaan dan instansi melalui edukasi dan pengawasan juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kesejahteraan dan kualitas kinerja Satpam.[]





















