Jurnal Security
No Result
View All Result
1 February 2026
  • HOME
  • OUTSOURCING
  • NASIONAL
    • INTERNATIONAL
    • NEWS
  • INSPIRATION
    • SATPAM
    • CERITA SATPAM
    • FACEPAM
    • TIPS SATPAM
  • POLRI
    • TNI
    • REGULASI
    • ASOSIASI
    • KOMUNITAS
  • INDUSTRI
    • GIAT BUJP
    • BISNIS
    • LOWONGAN KERJA
  • HUKUM
    • KRIMINAL
    • NARKOBA
    • MODUS
  • TEKNOLOGI
    • SECURITY SYSTEM
    • CYBER
    • KESEHATAN
  • BLOKNOTE
    • KOLOM OPINI
Jurnal Security
ADVERTISEMENT
Home BLOKNOTE KOLOM OPINI

Ketika Satpam Bertindak: Apakah Pasal 34 KUHP Bisa Menjadi Tameng Hukum?

Noto Susanto, SE, MM (Dosen Universitas Pamulang)

31/01/2026
in KOLOM OPINI
A A
hukum satpam
21
SHARES
Ayo ShareShare YukAyo ShareShare Yuk

Jurnalsecurity.com | Satpam memiliki peran yang sangat erat dengan potensi terjadinya tindak kejahatan di lingkungan kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Satpam dituntut untuk bertindak cepat guna menjaga keamanan orang, aset, dan lingkungan kerja, namun pada saat yang sama tetap harus bertindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai contoh, dalam suatu peristiwa terjadi perampokan di lingkungan kerja, di mana segerombolan preman memasuki area perusahaan tanpa izin dan dengan maksud melakukan kejahatan. Kehadiran para preman tersebut menimbulkan ancaman nyata terhadap keselamatan karyawan dan aset perusahaan. Dalam situasi tersebut, Satpam berupaya menjalankan tugasnya dengan melakukan tindakan pengamanan.

Namun, perlawanan tidak dapat dihindari sehingga terjadi perkelahian sengit antara Satpam dan para preman. Akibat perkelahian tersebut, salah satu preman meninggal dunia. Tindakan Satpam dalam peristiwa tersebut dilakukan semata-mata untuk membela diri, menjaga keamanan lingkungan kerja, serta melindungi aset perusahaan agar tidak dikuasai secara melawan hukum. Namun, muncul persoalan hukum yang krusial, yaitu bagaimana pertanggungjawaban pidana Satpam apabila dalam tindakan pengamanan tersebut mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang?

Pembelaan Hukum terhadap Satpam:

Dalam konteks hukum pidana, perbuatan yang dilakukan Satpam tidak serta-merta dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana, meskipun mengakibatkan kematian seseorang. Hal ini karena hukum pidana mengenal alasan pembenar dan alasan pemaaf.

1.⁠ ⁠Pembelaan Terpaksa (Noodweer) – Pasal 49 KUHP:

Satpam dapat dilindungi oleh ketentuan pembelaan terpaksa apabila dapat dibuktikan bahwa:

•⁠ ⁠Terdapat serangan atau ancaman serangan yang melawan hukum;
•⁠ ⁠Serangan tersebut bersifat seketika dan nyata;
•⁠ ⁠Tindakan Satpam dilakukan untuk membela diri, orang lain, atau harta benda;
•⁠ ⁠Tindakan tersebut proporsional dan perlu untuk menghentikan serangan.

ArtikelLain

Blue Water Security: Paradigma Baru Operasional Satpam

Blue Water Security: Paradigma Baru Operasional Satpam

29 January 2026
dampak judol

10 Cara Cegah Dampak Judol, Pinjol dan Ojol bagi Satpam

27 January 2026
zona satpam

Zona Dua Satpam: Titik Lemah dalam Strategi Pengamanan?

25 January 2026
gaji satpam

Risk Mapping Zona Satu yang Wajib Diketahui oleh Satpam

22 January 2026

Dalam kasus perampokan oleh preman yang bersenjata atau melakukan kekerasan, unsur-unsur pembelaan terpaksa pada umumnya terpenuhi.

2.⁠ ⁠Pembelaan Terpaksa yang Melampaui Batas (Noodweer Excess):

Apabila tindakan Satpam dinilai melebihi batas karena adanya tekanan psikologis, ketakutan, atau kepanikan yang hebat akibat serangan tersebut, maka Satpam masih dapat memperoleh alasan pemaaf, sehingga tidak dapat dipidana.

3.⁠ ⁠Kaitan dengan Pasal 34 KUHP:

Pasal 34 KUHP menegaskan bahwa pertanggungjawaban pidana melekat pada orang yang melakukan perbuatan secara pribadi. Artinya, Satpam hanya dapat dimintai pertanggungjawaban apabila perbuatannya dilakukan dengan kesengajaan atau kelalaian yang dapat dipersalahkan. Dalam situasi pembelaan diri, unsur kesalahan tersebut dapat gugur.

4.⁠ ⁠Posisi Satpam sebagai Petugas Keamanan:

Meskipun Satpam bukan aparat penegak hukum, ia memiliki kewenangan terbatas untuk melakukan tindakan pengamanan di wilayah kerjanya. Selama tindakan tersebut dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan dalam rangka mencegah tindak pidana, maka tindakan Satpam patut mendapatkan perlindungan hukum.

Dengan demikian, meninggalnya pelaku kejahatan dalam suatu perkelahian dengan Satpam tidak serta-merta menjadikan Satpam sebagai pelaku tindak pidana. Penilaian hukum harus dilakukan secara cermat dengan melihat konteks peristiwa, adanya ancaman nyata, serta tujuan tindakan Satpam tersebut. Hukum pidana tidak hanya berfungsi menghukum, tetapi juga memberikan perlindungan bagi setiap orang yang bertindak untuk mempertahankan keselamatan dan keamanan secara sah.

Kesimpulan Sementara:

1.⁠ ⁠Tindakan Satpam dalam situasi ancaman nyata dapat dibenarkan secara hukum:

Apabila Satpam bertindak untuk menghadapi serangan yang melawan hukum, bersifat seketika, dan mengancam keselamatan orang atau aset, maka tindakannya dapat dikualifikasikan sebagai pembelaan terpaksa (Pasal 49 KUHP). Dalam kondisi demikian, meskipun akibatnya fatal, perbuatan tersebut tidak serta-merta dipandang sebagai tindak pidana.

2.⁠ ⁠Kematian pelaku kejahatan tidak otomatis menimbulkan pertanggungjawaban pidana Satpam:

Pertanggungjawaban pidana mensyaratkan adanya unsur kesalahan. Dalam konteks pembelaan diri atau noodweer excess, unsur kesengajaan atau kelalaian yang dapat dipersalahkan dapat gugur. Pasal 34 KUHP menegaskan sifat pertanggungjawaban pidana yang personal, sehingga Satpam hanya dapat dipidana jika terbukti bertindak melampaui kebutuhan pembelaan tanpa alasan yang dapat dibenarkan atau dimaafkan.

3.⁠ ⁠Perlindungan hukum bagi Satpam bergantung pada konteks, proporsionalitas, dan kepatuhan terhadap SOP:

Posisi Satpam sebagai petugas keamanan dengan kewenangan terbatas tetap memperoleh perlindungan hukum sepanjang tindakannya dilakukan dalam rangka tugas pengamanan, sesuai SOP, dan proporsional terhadap ancaman yang dihadapi. Oleh karena itu, penilaian hukum harus mempertimbangkan situasi konkret, tekanan psikologis, serta tujuan tindakan, bukan semata-mata akibat yang ditimbulkan.

 

Tags: pasal 34 KUHPpremansatpam bertindak
SendShare8ShareTweet5

Redaksi

Anda punya info menarik seputar satpam berprestasi, giat perusahaan BUJP atau komunitas satpam? Kirimkan rilis tulisannya ke email beritasatpam@gmail.com. Terima kasih

RelatedPosts

Masa Depan Security Outsourcing, Dihapus atau Direformasi

Masa Depan Security Outsourcing, Dihapus atau Direformasi?

4 May 2025
noto susanto

Mau Tahu 7 Kebiasaan Satpam di Malam Hari? Nomor 5, Satpam Belum Banyak Tahu

18 January 2024
noto susanto

Kontroversi Gaji Satpam, Siapa yang Bisa Merubah Kesejahteraan Satpam?

18 January 2024
Noto Susanto

Ini Harapan Satpam dari Masa ke Masa, Pak Presiden Tolong Kabulkan!

19 August 2024
gaji satpam

Gaji Satpam: Cukup untuk Diri Sendiri, Tapi Bagaimana dengan Istri dan Anak?

23 January 2026
satpam sehat saat hujan

Mengapa Satpam Belum Sejahtera? Tuntutan Tinggi, Penghargaan Rendah

12 January 2026
Mengenal Segitiga Kejahatan yang Wajib Diketahui Satpam Mall

Mengenal Segitiga Kejahatan yang Wajib Diketahui Satpam Mall

23 January 2024
Noto Susanto

Refleksi 43 Tahun Satpam. Loyalitas Tanpa Batas Jam Kerja Satpam di Atas Rata-Rata?

18 January 2024
Noto Susanto

Renungan HUT Ke-43 Satpam. Ketika Satpam jadi Kambing Hitam Belaka?

18 January 2024
Noto Susanto

Siapa yang Bisa Membuat Satpam Sejahtera?

21 July 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jasa SEO DM Labs

Berita Populer

garuda tv

GarudaTV dan Ragam Jadwal Acara yang Menarik untuk Ditonton

by Redaksi
27 January 2026

gaji satpam

Gaji Satpam: Cukup untuk Diri Sendiri, Tapi Bagaimana dengan Istri dan Anak?

by Redaksi
23 January 2026

bsp juara dua gerak jalan

PT Bravo Satria Perkasa Raih Juara Dua Lomba Gerak Jalan HUT Ke-45 Satpam di Jakarta  

by Redaksi
4 January 2026

ADITYA HADIWASITO - SECURITY CONSULTANT KABIRO DIKLAT DPD APSI JAYA

12 Gaya Kepemimpinan Satpam dalam Tugas Harian

by Redaksi
6 January 2026

satpam sehat saat hujan

Mengapa Satpam Belum Sejahtera? Tuntutan Tinggi, Penghargaan Rendah

by Redaksi
12 January 2026

gaji satpam

Risk Mapping Zona Satu yang Wajib Diketahui oleh Satpam

by Redaksi
22 January 2026

Inilah Contoh Surat Lamaran Pekerjaan menjadi Satpam

Inilah Contoh Surat Lamaran Pekerjaan menjadi Satpam

by Redaksi
6 January 2026

zona satpam

Zona Dua Satpam: Titik Lemah dalam Strategi Pengamanan?

by Redaksi
25 January 2026

hukum satpam

Ketika Satpam Bertindak: Apakah Pasal 34 KUHP Bisa Menjadi Tameng Hukum?

by Redaksi
31 January 2026

bisnis sampingan satpam

Peran Satpam di Lingkungan Kerja: Garda Terdepan Keamanan dan Kenyamanan

by Redaksi
25 January 2026

ARSIP

JASA ARTIKEL SEO

Mau website usaha Anda mudah ditemukan dalam mesin pencari Google? Digital Media Labs melalui Web Syndication melayani jasa penulisan artikel SEO dan backlink.
Hubungi kami di: 085900018001

Web Syndication:

jurnalsecurity.com
Outsourcing.id
promoukm.com
kilasekonomi.com
indonesiasentris.com
destinasiindnesia.com
caramakan.com
carasehat.net
seputarhalal.com
rumahayah.com
inilahkita.com
beritakamera.com
inibekasi.com
beasiswakampus.com
megapolitan.id
beritasantai.com
wartaregional.com
Surabayakota.com
Portalmahasiswa.com
Kirimartikel.com

YOUTUBE

https://youtu.be/9ssSGvShxlw
Jurnal Security

© 2016 Jurnal Security | By Digital Media Labs

Navigate Site

  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • ENGLISH

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • OUTSOURCING
  • NASIONAL
    • INTERNATIONAL
    • NEWS
  • INSPIRATION
    • SATPAM
    • CERITA SATPAM
    • FACEPAM
    • TIPS SATPAM
  • POLRI
    • TNI
    • REGULASI
    • ASOSIASI
    • KOMUNITAS
  • INDUSTRI
    • GIAT BUJP
    • BISNIS
    • LOWONGAN KERJA
  • HUKUM
    • KRIMINAL
    • NARKOBA
    • MODUS
  • TEKNOLOGI
    • SECURITY SYSTEM
    • CYBER
    • KESEHATAN
  • BLOKNOTE
    • KOLOM OPINI

© 2016 Jurnal Security | By Digital Media Labs