Jurnalsecurity.com | Yogyakarta–Industri jasa keamanan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Data terbaru yang disampaikan Ketua Umum ABUJAPI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Salva Yurivan Saragaih dalam Rapat Koordinasi Satpam yang digelar Polda DIY, pada 22 Juni 2026, menggambarkan bahwa sektor pengamanan telah berkembang menjadi salah satu industri penunjang penting bagi dunia usaha, pemerintahan, hingga masyarakat luas.
Hingga Desember 2025, tercatat terdapat 5.823 Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut didukung oleh 31 Badan Pimpinan Daerah (BPD) ABUJAPI yang tersebar di berbagai provinsi sebagai perpanjangan tangan organisasi dalam melakukan pembinaan dan pengawasan industri jasa keamanan.
Tidak hanya dari sisi perusahaan, pertumbuhan sektor ini juga terlihat dari jumlah personel keamanan yang sangat besar. Secara nasional terdapat 862.147 personel satpam yang aktif bertugas di berbagai sektor.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa satpam menjadi salah satu profesi dengan jumlah tenaga kerja terbesar yang berperan langsung dalam menjaga keamanan aset, fasilitas, dan aktivitas masyarakat setiap hari,” ungkap Salva.
Yogyakarta, Daerah dengan Pertumbuhan Industri Keamanan yang Aktif
Besarnya jumlah personel satpam menunjukkan bahwa profesi ini memiliki peran yang sangat strategis. Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi, pembangunan kawasan industri, pusat perbelanjaan, rumah sakit, kampus, hingga perkantoran modern, kebutuhan akan tenaga keamanan profesional terus meningkat.
Salva menerangkan, bahwa data ABUJAPI memperlihatkan kondisi industri jasa keamanan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada April 2026. Di wilayah ini tercatat terdapat 98 perusahaan jasa pengamanan (BUJP) yang beroperasi dan melayani berbagai kebutuhan keamanan di sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, pariwisata, hingga industri.
Jumlah personel satpam yang bekerja di bawah perusahaan-perusahaan tersebut mencapai 10.709 orang. “Menunjukkan bahwa sektor jasa keamanan menjadi salah satu penyerap tenaga kerja yang cukup besar di DIY,” ujar CEO PT Tata Karya Gemilang.
Selain itu, terdapat 8 BUJP penyelenggara pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang berperan dalam mencetak calon satpam profesional melalui program pelatihan yang sesuai dengan standar kepolisian dan ketentuan yang berlaku.
“Keberadaan lembaga pendidikan dan pelatihan ini menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia pengamanan di Yogyakarta,” papar Katua Litbang APKLINDO.[]

























