Jurnalsecurity.com | Surabaya- Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD ABUJAPI) Jawa Timur menggelar forum strategis bertajuk “Halal Bihalal & Dialog Interaktif: Masa Depan Industri Jasa Pengamanan” di Ballroom Hotel Movenpick Surabaya, Rabu (15/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi industri jasa pengamanan di tengah perubahan regulasi dan disrupsi teknologi global.
Forum ini membahas arah masa depan industri jasa pengamanan (BUJP), termasuk digitalisasi sistem keamanan, penguatan regulasi berbasis risiko, serta peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Kegiatan dihadiri oleh jajaran Korbinmas Baharkam Polri, Ditbinmas Polda Jawa Timur, Disnakertrans Jatim, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, Kadin Jatim, asosiasi profesi, serta para pimpinan BUJP se-Jawa Timur.
Forum ini digelar sebagai respons terhadap perubahan besar dalam industri pengamanan, terutama setelah diberlakukannya PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, serta tuntutan adaptasi terhadap teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
Melalui dialog interaktif dan silaturahmi Halal Bihalal, ABUJAPI Jatim mendorong sinergi lintas sektor guna membangun ekosistem keamanan yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Ketua Umum BPD ABUJAPI Jatim Dra. Musfiroh Agus Sumitro menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi titik balik industri, di mana BUJP tidak lagi sekadar penyedia tenaga pengamanan, melainkan mitra strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keberlanjutan bisnis nasional.
Ia juga menekankan bahwa investasi teknologi seperti smart security harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penerapan Struktur dan Skala Upah (SUSU) serta perlindungan sosial bagi Satpam disebut sebagai “harga mati” untuk menjaga ketangguhan industri.
Selain itu, ABUJAPI Jatim mendorong seluruh anggotanya untuk patuh terhadap sistem perizinan berbasis risiko melalui OSS, sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme agar mampu bersaing di era digital.
Di akhir kegiatan, tercapai kesepahaman lintas sektor untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, dan pengguna jasa dalam membangun industri pengamanan Jawa Timur yang legal, modern, dan berdaya saing tinggi.(Boedipras)


























