Jurnalsecurity.com | Medan—Pelatihan bidang pengendalian vektor, binatang pembawa penyakit, dan hama permukiman kembali menjadi perhatian para pelaku industri pengendalian hama di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Medan pada Selasa (19/5/2026) tersebut menghadirkan narasumber utama dari jajaran pengurus nasional dan daerah ASPPHAMI (Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum DPP ASPPHAMI, Zulkirman, berhalangan hadir dan diwakili oleh Salva Yurivan Saragih, selaku Ketua Departement Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya DPP ASPPHAMI. Kehadiran Salva sekaligus menyampaikan pesan dan arahan dari Ketua Umum terkait pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor pengendalian hama dan vektor penyakit.
Dalam pemaparannya, Salva Yurivan Saragih menegaskan bahwa usaha pengendalian vektor, binatang pembawa penyakit, dan hama permukiman merupakan sektor yang memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan masyarakat. Karena itu, setiap perusahaan yang bergerak di bidang ini harus memahami regulasi yang berlaku serta menjaga standar profesionalisme dalam menjalankan operasionalnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan usaha pengendalian hama yang terdaftar melalui sistem OSS-RBA wajib memperoleh persetujuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan bahwa layanan pengendalian hama dilaksanakan oleh tenaga yang kompeten dan bertanggung jawab.
“Industri pengendalian hama bukan hanya berorientasi pada layanan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi masyarakat dari berbagai risiko penyakit yang ditularkan oleh vektor dan hama,” ujar Salva saat menyampaikan sambutan mewakili Ketua Umum DPP ASPPHAMI.
Menurutnya, perkembangan lingkungan perkotaan, pertumbuhan kawasan industri, serta meningkatnya aktivitas masyarakat menuntut perusahaan pengendalian hama untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Oleh sebab itu, pelatihan menjadi salah satu sarana penting untuk memperbarui pengetahuan teknis sekaligus memahami perkembangan regulasi terbaru.
Peserta pelatihan yang berasal dari berbagai perusahaan pengendalian hama mendapatkan pembekalan mengenai aspek teknis pengendalian vektor, standar operasional, keselamatan kerja, hingga pemahaman terkait pengawasan dan pembinaan usaha di sektor kesehatan lingkungan.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, peserta juga didorong untuk membangun integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas di lapangan. Salva menekankan bahwa kepercayaan pelanggan dan masyarakat hanya dapat dibangun melalui layanan yang berkualitas, aman, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, ASPPHAMI juga mengajak seluruh anggota untuk aktif berpartisipasi dalam program organisasi serta memperkuat komunikasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengendalian hama yang dilakukan secara profesional. Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kesadaran terhadap bahaya hama dan penyakit yang dapat ditimbulkannya.
Melalui pelatihan ini, ASPPHAMI berharap dapat mencetak tenaga-tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan industri pengendalian hama di masa depan. Peningkatan kompetensi, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan etika profesi menjadi fondasi utama dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman vektor maupun hama permukiman.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan menjadi momentum bagi para praktisi pengendalian hama untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat sinergi antarperusahaan dalam mendukung program kesehatan lingkungan di Indonesia.
BASMI Kirim Supervisor dan Teknisi
Dalam kegiatan pelatihan ini, BASMI yang berada di bawah naungan Gemilang Facility Service turut menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengendalian vektor dan hama permukiman. Perusahaan mengikutsertakan sejumlah supervisor dan teknisi yang bertugas di wilayah Medan untuk mengikuti pelatihan sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi berkelanjutan.
“Langkah ini dilakukan agar personel di lapangan memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengendalian vektor pembawa penyakit sesuai dengan standar dan regulasi terbaru yang berlaku di Indonesia,” ungkap Salva yang juga Direktur Utama PT Tata Karya Gemilng.
Keikutsertaan supervisor dan teknisi BASMI dalam pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis maupun pengetahuan terkait identifikasi, pencegahan, dan pengendalian berbagai vektor pembawa penyakit seperti nyamuk, lalat, tikus, serta hama lainnya yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Dengan peningkatan kompetensi ini, BASMI berupaya menghadirkan layanan pengendalian hama yang lebih profesional, efektif, dan berbasis praktik terbaik guna mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan aman bagi pelanggan maupun masyarakat luas.[]
























