Jurnalsecurity.com | Yogyakarta– Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD ABUJAPI) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY menggelar kegiatan Coffee Morning & Networking – Jogja Dialog Bisnis bertema “Mengapa Bisnis Anda Butuh Pengamanan Tersertifikasi?” di Poenakawan Café Resto & Gallery, Yogyakarta, Senin (27/4).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog interaktif bagi pelaku usaha lintas sektor di DIY untuk membahas pentingnya pengamanan profesional sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan. Selain itu, layanan pengamanan juga dinilai memiliki nilai tambah (value) yang mampu meningkatkan daya saing bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.
Dalam forum tersebut, peserta menyoroti bahwa keamanan kini tidak lagi dapat dipandang sebagai sekadar biaya operasional. Sebaliknya, pengamanan telah menjadi investasi strategis yang berperan penting dalam menjaga keberlangsungan usaha, terutama di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota wisata, pendidikan, dan wilayah dengan pertumbuhan industri yang terus berkembang.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur strategis, yakni perwakilan, Pemerintah Daerah DIY, KADIN DIY, serta Kepolisian Daerah DIY. Diskusi menekankan pentingnya standarisasi tenaga pengamanan, mitigasi risiko operasional, serta kolaborasi antara pelaku usaha dan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP).

“Secara nasional, ABUJAPI memiliki 31 BPD dengan lebih dari 5.800 perusahaan jasa pengamanan dan hampir 900 ribu personel satpam. Di DIY sendiri terdapat 98 BUJP dengan sekitar 10.709 personel,” ujar pria yang juga Direktur Utama PT Tata Karya Gemilang ini.
Ia menambahkan bahwa secara rasio, jumlah personel satpam bahkan mencapai dua kali lipat dari jumlah kepolisian, sehingga memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pengamanan swakarsa dalam menjaga stabilitas dunia usaha.
Lebih lanjut, Salva menegaskan bahwa keamanan merupakan faktor penting dalam menciptakan kepastian investasi.
“Investasi membutuhkan kepastian, dan kepastian membutuhkan keamanan. Karena itu, keamanan harus dipandang sebagai investasi strategis untuk menjaga aset dan keberlangsungan bisnis,” jelasnya.
ABUJAPI DIY, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tenaga pengamanan agar lebih profesional, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi. Pihaknya juga siap bersinergi dengan Polda DIY, KADIN DIY, serta pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan usaha yang aman dan kondusif.
Selain aspek bisnis, ABUJAPI juga mengemban misi sosial dengan membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan citra profesi satpam sebagai profesi yang profesional dan humanis.
Melalui kegiatan ini, para peserta sepakat bahwa masa depan dunia usaha di Yogyakarta sangat bergantung pada terciptanya ekosistem yang aman, profesional, dan terstandarisasi.
Kegiatan yang dikemas dalam suasana santai melalui konsep casual business talk ini juga menjadi ajang networking dan kolaborasi antar pelaku usaha di DIY.
Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain Wakil Ketua Umum Koordinator 1 KADIN DIY Robby Kusumaharta, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, serta Direktur Binmas Polda DIY Kombes Pol. Bagiyo Hadi Kurniyanto. Diskusi dipandu oleh Wakil Ketua Umum KADIN DIY Bidang Revitalisasi Vokasi, SDM dan Ketenagakerjaan, Rommy Heryanto.[]



























