Jurnalsecurity.com | Lampung–Peran satpam atau petugas keamanan kembali menjadi sorotan setelah kejelian seorang petugas keamanan membantu mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.
Peristiwa tragis tersebut bermula saat seorang satpam yang sedang bertugas pada malam hari mendengar suara gaduh dari arah tanggul irigasi. Beberapa saat kemudian terdengar teriakan histeris yang memecah suasana malam. Merasa ada kejadian yang mencurigakan, petugas keamanan tersebut segera menghubungi warga sekitar untuk melakukan pengecekan ke lokasi.
Langkah cepat tersebut akhirnya mengarah pada penemuan jasad seorang pria berinisial X (26). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area tanggul irigasi dengan luka yang diduga akibat tindak kekerasan.
Kronologi Penemuan Jasad Korban di Tanggul Irigasi
Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat, korban sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk keluar rumah pada Senin malam. Karena berstatus duda dan telah dijemput oleh seorang rekannya, keluarga tidak menaruh curiga terhadap kepergian korban.
Beberapa jam kemudian, suasana berubah menjadi duka. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa setelah warga melakukan pencarian berdasarkan laporan satpam yang mendengar suara mencurigakan dari lokasi kejadian.
Kesaksian warga bernama Prayit turut memperkuat kronologi tersebut.
“Nggak lama setelah masuk, motor itu keluar lagi. Satpamnya awalnya nggak tahu pasti ada apa, tapi karena dengar teriakan-teriakan, dia akhirnya manggil warga sekitar. Pas warga cek dan cari tahu ke lokasi, ternyata ditemukan korban di tanggul,” ujar Prayit saat memberikan kesaksian dilansir tribunnews.com, Selasa (2/6/2026).
Keterangan tersebut mengungkap bahwa sebelum penemuan korban, satpam sempat melihat sebuah sepeda motor memasuki area irigasi sekitar pukul 23.30 hingga 00.00 WIB.
Kepala Desa Benarkan Penemuan Jenazah Warga
Kabar penemuan jasad tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa. Kepala Desa Karya Tani, Nur Yadi, mengatakan bahwa dirinya menerima informasi dari warga pada dini hari.
“Tadi malam sekitar jam 02.30 dini hari, kami dikabari oleh warga. Di lokasi desa kami, tepatnya di tanggul irigasi Dusun 3, ditemukan jenazah seorang laki-laki,” ungkap Nur Yadi.
Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui merupakan warga Dusun 4 yang masih berada dalam wilayah Desa Karya Tani. Aparat desa kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Kurang dari 24 Jam
Jajaran Polres Lampung Timur bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah menerima laporan terkait penemuan korban.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial FK (22) yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Penangkapan dilakukan oleh Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Timur di wilayah Way Mili, Kecamatan Gunung Pelindung.
Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Patmawati melalui Kasat Reskrim AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh menjelaskan bahwa motif sementara pembunuhan berkaitan dengan persoalan asmara.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, motif asmara menjadi pemicu utama pelaku nekat menghabisi nyawa korban,” ujar AKP Stefanus Boyoh, Selasa (2/6/2026).
Pelaku Melawan Saat Ditangkap
Proses penangkapan sempat berlangsung dramatis karena pelaku berusaha melawan petugas dan mencoba melarikan diri.
“Saat hendak diamankan, FK melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku,” terangnya.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan serta dua unit sepeda motor.
Petugas turut menemukan alat isap sabu atau bong, plastik klip, dan sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Peran Satpam dalam Membantu Pengungkapan Kejahatan
Kasus pembunuhan di Lampung Timur ini menunjukkan pentingnya peran satpam dalam menjaga keamanan lingkungan. Kepekaan terhadap situasi yang tidak biasa serta respons cepat dalam melibatkan warga menjadi faktor penting yang membantu proses pengungkapan kasus.
Meski bukan aparat penegak hukum, satpam memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pengamanan lingkungan. Dalam kasus ini, kejelian petugas keamanan mendengar suara mencurigakan dan segera melaporkannya kepada warga menjadi titik awal terungkapnya kasus pembunuhan yang menghebohkan masyarakat Lampung Timur.
Hingga kini, penyidik Polres Lampung Timur masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.[]























