Jurnal Security | Kuala Lumpur – Momentum International Security Officer Day yang diperingati setiap 24 Juli dimanfaatkan Persatuan Industri Keselamatan Malaysia (PIKM) untuk menggelar Anugerah Security Swasta Malaysia 2026. Acara yang berlangsung di Grand Ballroom KLGCC Convention Centre, Kuala Lumpur, Jumat (24/7/2026), menjadi ajang penghargaan bagi para personel keamanan swasta yang dinilai berdedikasi dalam menjalankan tugasnya.
Perhelatan yang diselenggarakan oleh PIKM tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri para pelaku industri keamanan dari Malaysia maupun negara-negara ASEAN. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran DPP Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), yakni Azis Said, Djarot Soeprianto, dan Wibisono. Turut hadir Ketua DPD APSI Kepulauan Riau, Daeng Safar, perwakilan DPP ABUJAPI Boy dan Irjen Pol (Purn.) Adeng, serta delegasi Singapore Security Association yang dipimpin Mr. Kelvin Goh.
Ketua DPD APSI Kepulauan Riau, Safar, menjelaskan bahwa 24 Juli diperingati sebagai International Security Officer Day, sebuah momentum untuk memberikan penghormatan kepada para petugas keamanan yang setiap hari menjalankan tugas menjaga keselamatan masyarakat.

Menurutnya, penyelenggaraan Gala Dinner Anugerah Security Swasta Malaysia 2026 menjadi bentuk nyata penghargaan terhadap profesi security. Melalui kegiatan tersebut, PIKM memberikan apresiasi kepada sejumlah personel keamanan swasta yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi bagi industri keamanan di Malaysia.
Safar menambahkan bahwa Indonesia telah lebih dahulu memiliki Hari Satpam Nasional yang diperingati setiap 30 Desember, bertepatan dengan lahirnya satuan pengamanan pada tahun 1980. Sementara itu, Malaysia memanfaatkan peringatan International Security Officer Day sebagai momentum untuk mengangkat martabat profesi security melalui pemberian penghargaan kepada para anggotanya.
Lebih lanjut, Safar menilai hubungan antarorganisasi keamanan di kawasan ASEAN perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antarasosiasi, dunia usaha, maupun pemerintah. “Diperlukan sinergi antarpelaku industri keamanan, baik melalui kerja sama asosiasi, Business to Business (B2B), maupun Government to Government (G2G), khususnya di negara-negara serumpun ASEAN. Dengan demikian, kualitas profesi security dapat terus berkembang,” katanya.
Safar turut menyinggung peristiwa meninggalnya seorang anggota satpam di kawasan Waduk Jatiluhur yang baru-baru ini menjadi perhatian publik. Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi seluruh pemangku kepentingan agar perlindungan terhadap petugas keamanan semakin diperkuat.
“Peristiwa di Jatiluhur hendaknya menjadi introspeksi bersama. Keselamatan dan perlindungan bagi anggota satpam harus menjadi prioritas sehingga mereka dapat menjalankan tugas secara profesional dan aman,” pungkasnya.[]
























