3. Complexity (Kompleksitas):
Hubungan antar perusahaan sebagai kompetitor, menjadi konsen dalam mengetahui keberadaan perusahaan untuk mengutip dari setiap strategi yang dilakukan dalam menghadapi persaingan modern atas kepentingan bisnis yang mempengruhi mindset pengguna jasa Satpam. Masing-masing percaya dengan keunggulan dan kekuatan sistem dan konsep tergantung dari manajemen perusahaan yang di-disegn oleh managerial level sampai dengan pimpinan tertinggi.
Beberapa variabel dan indikator yang berhubungan dengan kompleksitas atas dasar pengamatan seperti perubahan penggunaan dan pergantian seragam Satpam, persyaratan tender Satpam yang menjadi panduan berdasarkan kebutuhan pengguna jasa, level persyaratan pelatihan Gada Utama, permintaan dan penggunaan teknologi dalam inovasi pengamanan, harga Satpam yang masih belum standar oleh penyedia jasa Satpam, pengguna jasa Satpam dengan harga dibawah standar, dan lainnya.
*
Tantangan yang sangat kompleks, berdasarkan artikel yang saya tulis sebelumnya “Siapa Yang Bisa Membuat Satpam Sejahtera” ini menjadi halu-halu saja, meskipun beberapa seminar dan pertemuan membahas tentang Satpam sejahtera sedangkan secara fakta masih banyak pembayaran gaji Satpam dibawah UMK/UMP? Implikasi hubungan dengan Satpam menjadi PR besar dari sumber untuk meningkatkan eknomi Satpam kedepannya.
Ketegasan pemerintah perlu mempertimbangkan standar semua segmen dan perilaku konsumen, perilaku penyedia jasa Satpam dalam mengimplementasikan penetapan upah atau benefit yang diterima oleh Satpam setiap bulannya. Kompleksitas ini, seolah-olah sampai saat ini tidak ada solusi yang signifikan? Keuntungan bisnis hanya untuk pihak-pihak tertentu terutama pelaku bisnis yang berkaitan dengan Satpam Indonesia.
Tantangan yang kompleks lainnya, biaya koordinasi dari setiap hubungan dengan kepolisian setempat, ini menjadi fenomena bagi pelaku usaha Satpam yang perusahaannya Internasional sangat sensitif terhadap biaya yang dianggarkan untuk melakukan koordinasi tersebut, karena secara budaya dan sudut pandang yang berbeda, dengan demikian hal tersebut mencari solusi dari pihak ketiga untuk diajak bekerja sama.
Pada prinsipnya, semua kompleksitas bisa dikelolah sebaik mungkin melalui langkah-langkah strategis karena bisnis Satpam ini sangat membutuhkan banyak hal tidak hanya dari satu sisi saja, apalagi semua kegiatan Satpam dilingkuangan kerja banyak melibatkan orang lain baik pihak internal maupun pihak eksternal. Jadi hal sepeleh dan remeh, bisa menjadi kompleks jika tidak di kelolah dengan sebaik-baiknya.